Berita

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKS)

Global

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 19:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rapat Darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dihadiri para menteri luar negeri untuk mengkritisi langkah Israel yang berniat mencaplok Tepi Barat, Palestina, seharusnya tidak hanya memberikan kecaman.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid berharap ada keputusan dan kesepakatan untuk segera melakukan tindakan yang lebih operasional guna menghentikannya. 

“Rapat Darurat tingkat Menteri OKI ini sangat penting karena semakin gentingnya situasi yang mengancam bukan hanya di Jalur Gaza, tetapi juga wilayah Palestina lainnya, yakni Tepi Barat dan Yerusalem Timur," jelasnya, Jumat, 27 Februari 2026. 


Sosok yang akrab disapa HNW itu melanjutkan, yang lebih penting lagi adalah agar KTT ini menghasilkan keputusan operasional bersama serta tidak berhenti pada pernyataan verbal berupa kecaman atau penolakan yang sudah sering disampaikan, tetapi terbukti tidak didengar Israel. Bahkan Israel makin brutal menyerang Gaza, menguasai Tepi Barat, dan Masjid Al Aqsha.

Kondisi yang semakin genting saat ini sebaiknya mendorong pertemuan tingkat menteri luar negeri tersebut segera ditingkatkan menjadi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antar kepala negara anggota OKI agar dapat menghasilkan keputusan yang lebih strategis dan konkret.

“Untuk pembahasan awal memang lebih tepat dilakukan oleh para menlu, tetapi agar keputusan yang dihasilkan lebih strategis dan konkret untuk menyelamatkan Tepi Barat sebagai langkah nyata menyelamatkan Palestina, sangat penting apabila keputusan KTT tingkat menlu itu ditindaklanjuti dengan KTT tingkat kepala negara OKI,” ujarnya.

Apalagi, para kepala negara dari beberapa anggota OKI juga tergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Maka dari itu, perlu adanya langkah bersama untuk membahas peran maksimal kepala negara anggota OKI tersebut di Dewan Perdamaian, termasuk mempertimbangkan memboikot dewan tersebut apabila memang tidak berjalan efektif dalam memperjuangkan Palestina dengan dihentikannya perang, dihadirkannya perdamaian, dan dimerdekakannya Palestina sekalipun dalam skema two state solution. 

"Karena terbukti, alih-alih Israel menghentikan perang dan menghadirkan perdamaian, Israel malah memperluas medan perang dengan menyerang Tepi Barat serta membuat keputusan dan aksi militer untuk mencaplok wilayah tersebut,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya