Berita

Pasukan Pergerakan Kader KAMMI Jakarta. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Buntut Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India, Mahasiswa Geruduk Kantor Agrinas

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penolakan terhadap rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara semakin menguat. 

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Kader KAMMI Jakarta menggeruduk kantor PT Agrinas Pangan Nusantara di Jalan DI Pandjaitan, Cipinang, Jakarta Timur, pada Jumat sore, 27 Februari 2026.

Koordinator Massa Aksi, Bambang, menegaskan bahwa kebijakan impor tersebut berpotensi memukul industri otomotif dalam negeri.


“Kami menolak impor ratusan ribu mobil pikap dari India. Kita punya industri dalam negeri yang tak kalah hebatnya tapi rezim hari ini malah impor,” tegas Bambang dalam orasinya.

Menurutnya, sebagai BUMN yang memiliki mandat di sektor pangan, PT Agrinas dinilai tidak tepat jika masuk ke bisnis impor otomotif dalam skala besar. Selain itu, massa juga menyoroti aspek regulasi dan kepatuhan hukum atas rencana tersebut.

Dalam aksinya, Pergerakan Kader KAMMI Jakarta ini membawa tiga tuntutan yakni;

Pertama, mendesak Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, segera membatalkan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India yang disebut-sebut akan digunakan untuk operasional Kopdes Merah Putih.

Kedua, meminta agar direksi PT Agrinas tidak sembarangan melakukan importasi dan memastikan seluruh proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yakni UU 7/2014 tentang Perdagangan, UU 3/2014 tentang Perindustrian, serta PP 2/2017 tentang Pengembangan Perindustrian.

Ketiga, apabila rencana impor tersebut tetap dijalankan, massa aksi menilai Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota layak untuk dicopot dari jabatannya.

Pantauan RMOL di lokasi, aksi masih berlangsung. Terpantau petugas keamanan terus berjaga di area kantor PT Agrinas.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya