Berita

Kolase Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar. (Foto: Wikipedia)

Politik

Debat Pigai–Uceng Jika Terwujud Cerminkan Negara yang Cerdas

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 14:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menantang Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar yang akrab disapa Uceng, untuk melakukan debat terbuka terkait isu HAM di Indonesia secara langsung di televisi nasional.

Tantangan tersebut mencuat setelah terjadi pertukaran pernyataan di media sosial X (Twitter) antara keduanya. Dalam percakapan itu, Uceng menyatakan kesiapannya untuk belajar dan berdiskusi mengenai isu HAM bersama Pigai. 

Balasan tersebut kemudian berkembang menjadi wacana debat ilmiah yang membahas satu per satu kasus HAM kontroversial di Indonesia.


Menanggapi hal itu, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai wacana debat terbuka tersebut sebagai sesuatu yang positif dalam negara demokrasi. Namun ia mengingatkan agar rencana tersebut tidak berhenti sebatas wacana.

“Ya enggak apa-apa, bagus. Tapi sebagai menteri dia yang siapkan pertarungan diskusi itu. Kan dia yang pejabatnya. Tinggal rakyat menunggu realisasi dari debat itu,” ujar Hendri kepada RMOL, Jumat, 27 Februari 2026. 

Menurutnya, perdebatan terbuka mengenai isu strategis seperti HAM justru mencerminkan kedewasaan demokrasi, selama dilakukan secara substansial dan bukan sekadar sensasi.

“Kalau menurut saya enggak apa-apa, bagus kok. Hanya jangan sampai cuma bluffing (menggertak) di awal saja. Saya mendukung memang negara yang cerdas itu harusnya memperdebatkan sesuatu itu di ruang diskusi,” tegasnya.

Hendri menambahkan, publik tentu menantikan apakah tantangan tersebut benar-benar diwujudkan dalam forum resmi dan terstruktur, sehingga dapat memberikan edukasi politik sekaligus memperkaya perspektif masyarakat terkait persoalan HAM di Tanah Air.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya