Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Semikonduktor Eropa Merosot, STOXX 600 Gagal Pertahankan Rekor

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa gagal mempertahankan momentum penguatannya pada perdagangan Kamis 26 Februari 2026 waktu setempat. 

Meski sempat mencetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa di awal sesi, indeks pan-Eropa STOXX 600 akhirnya ditutup melemah tipis 0,05 persen atau 0,29 poin ke level 633,18. Penurunan ini utamanya dipicu oleh aksi jual di sektor kesehatan dan teknologi.

Berbeda dengan indeks acuan regional, bursa-bursa besar di negara utama justru mampu berakhir di zona positif.


Indeks DAX Jerman menguat 0,45 persen ke level 25.289,02. FTSE 100 Inggris juga bertambah 0,37 persen menjadi 10.846,70. Sedangkan CAC 40 Prancis mendulang keuntungan 0,72 persen menjadi 8.620,93. 

Sektor kesehatan memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 1 persen.  Sementara itu, sektor teknologi merosot 0,5 persen, terbebani oleh rontoknya saham-saham semikonduktor seperti ASML, ASM, dan BE Semiconductor yang masing-masing anjlok sekitar 4 persen. 

Sentimen negatif ini mengekor pelemahan saham cip di Amerika Serikat. Meskipun raksasa AI, Nvidia, merilis proyeksi yang optimis, pasar tampaknya mulai bersikap skeptis terhadap efisiensi belanja modal besar-besaran perusahaan teknologi dibandingkan dengan pengembalian investasi (ROI) yang dihasilkan.

Meski dibayangi aksi jual di sektor teknologi, sejumlah laporan keuangan emiten yang solid berhasil membatasi kejatuhan pasar lebih dalam

Sektor Industri dan pertahanan berhasil menguat berkat saham Rolls-Royce yang melonjak 3,2 persen. Lonjakan ini setelah proyeksi pertumbuhan kuat pada laba 2025 yang melesat 40 persen. 

Saham Schneider Electric naik 3 persen didorong permintaan pusat data. 

Di sektor pertahanan, saham Indra meroket 21 persen, dan menjadi top gainer di STOXX 600. 

Saham London Stock Exchange Group (LSEG) juga melambung 9 ersen menyusul rencana buyback saham. 

Dari sudut pandang kebijakan, Presiden ECB Christine Lagarde memberikan catatan bahwa meskipun otomatisasi AI terus berkembang, sejauh ini belum terjadi fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang signifikan di kawasan tersebut.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya