Pengamat politik Nurul Fatta. (Foto: Dok Pribadi)
Pengamat politik Nurul Fatta. (Foto: Dok Pribadi)
Pengamat politik Nurul Fatta menilai, penentuan besaran threshold harus mempertimbangkan desain menyeluruh sistem pemilu Indonesia agar tidak menimbulkan distorsi representasi.
“Melihat keseluruhan desain sistem pemilu kita, magnitude dapil atau besaran alokasi kursi per dapil yang cukup proporsional, sistem daftar terbuka yang personalistik, partai yang belum sepenuhnya terinstitusionalisasi, serta struktur sosial yang plural, maka threshold yang terlalu tinggi berisiko menciptakan distorsi representasi dan kartelisasi elite,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Kamis, 26 Februari 2026.
Populer
Senin, 16 Februari 2026 | 12:00
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12
Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18
Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59
Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19
UPDATE
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23