(Kiri-Kanan) Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Yolanda Yasinta, Chief Strategy & Transformation Officer Prudential Indonesia, dan Reza Nurhilman, Young Entrepreneur menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi muda menghadapi tantangan finansial melalui solusi perlindungan dan perencanaan jangka panjang (Foto: Istimewa)
Generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang cukup kompleks. Tingginya biaya hidup dan tanggung jawab ganda menciptakan tekanan finansial yang memerlukan strategi perencanaan matang.
Berdasarkan data terbaru hingga awal 2026, potret finansial anak muda menunjukkan angka yang signifikan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia hingga akhir 2025 mencapai 2,92 persen (year on year), yang menggerus nilai tabungan konvensional. Sementara riset YouGov (Oktober 2024), mencatat 41 juta orang di Indonesia berada di posisi ini, didominasi oleh Milenial (53 persen) dan Gen Z (26 persen).
Sejalan dengan itu, laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 oleh IDN Research Institute menunjukkan bahwa 63 persen anak muda kini memiliki pekerjaan sampingan (side hustle) demi menyokong keluarga dan menabung.
Bagi generasi muda, tantangan finansial hari ini mungkin bukan sekadar soal penghasilan. Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, menyoroti bahwa ini adalah soal rasa aman terhadap masa depan.
"Bagi generasi muda, tantangan finansial hari ini bukan sekadar soal penghasilan, tetapi soal rasa aman terhadap masa depan di tengah volatilitas pasar yang bisa terjadi kapan saja," kata Karin di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.
Menurut Karin, memahami dinamika hidup generasi muda berarti melihat tanggung jawab besar dan mimpi yang mereka bawa. Fenomena side hustle yang diminati hampir separuh populasi Gen Z dan Milenial adalah bukti nyata kerja keras mereka.
"Oleh karena itu, dukungan finansial yang dirancang dengan perspektif jangka panjang menjadi penting; bukan sekadar proteksi, tapi sebagai sarana untuk memastikan setiap langkah yang diambil hari ini benar-benar membawa mereka menuju masa depan yang mapan," sambung Karin.
Ia pun menyampaikan bahwa PRUMapan yang baru saja diliuncurkan adalah untuk menjawab kebutuhan anak muda masa kini. Produk asuransi jiwa tradisional dengan manfaat dana mapan ini dirancang sebagai solusi perencanaan finansial jangka panjang dengan premi mulai dari Rp200.000-an.
Senada, Yolanda Yasinta, Chief Strategy & Transformation Officer Prudential Indonesia, mengatakan, melalui manfaat dana mapan dengan nilai yang sudah ditentukan, premi terjangkau, serta kemudahan pendaftaran tanpa pemeriksaan medis, PRUMapan membantu generasi muda membangun fondasi finansial yang lebih terencana.
"Ini memberi ruang untuk tetap produktif hari ini sekaligus menyiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terkendali," katanya.
Produk ini juga bisa untuk menyiapkan dana cadangan yang bisa diakses di masa depan (misal usia 45-55 tahun) sebagai modal usaha atau jaminan hari tua.
Pentingnya perencanaan sejak dini juga ditekankan oleh Reza Nurhilman, wirausaha muda pendiri Keripik Maicih. Menurutnya, keberanian saja tidak cukup tanpa jaring pengaman.
"Tanpa perencanaan dan perlindungan yang tepat, satu kejadian tak terduga bisa menghambat mimpi yang sudah dibangun. Memiliki proteksi sejak dini adalah kunci agar kita bisa tetap melangkah dengan percaya diri," ujar Reza.