Berita

Tangkapan layar RMOL dari akun X @IRIMFA_SPOX

Global

Jelang Negosiasi Nuklir, Iran Tuduh AS-Israel Mainkan Propaganda Goebbels

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang putaran baru pembicaraan nuklir di Jenewa, Swiss.

Melalui platform X, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menuding AS dan Israel menggunakan taktik propaganda ala Menteri Propaganda Nazi, Joseph Goebbels, untuk mendiskreditkan Iran di mata dunia.

Baqaei mengutip prinsip propaganda Goebbels yang berbunyi, “Ulangi kebohongan cukup sering dan itu akan menjadi kebenaran,” dan menilai pola tersebut kini dipakai untuk menyebarkan disinformasi tentang Iran. 


“Ini sekarang secara sistematis digunakan oleh pemerintahan AS dan para pencari keuntungan perang yang mengelilinginya, khususnya rezim Israel yang melakukan genosida, untuk melayani kampanye disinformasi dan misinformasi jahat mereka terhadap Negara Iran,” tulisnya, dikutip dari Times of Israel, Kamis 26 Februari 2026.

Secara terpisah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan AS hanya memiliki dua pilihan: diplomasi yang menghormati martabat Iran atau menghadapi respons keras. Ia menegaskan Iran siap berunding selama kepentingan nasional dihormati, namun memperingatkan akan ada “pukulan keras” bila Washington memilih jalur militer atau taktik yang dianggap menipu.

Putaran ketiga perundingan Iran-AS dijadwalkan berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman, namun belum ada terobosan berarti. Jika diplomasi gagal, belum jelas apakah AS akan menempuh aksi militer terbatas untuk menekan Iran atau menjalankan strategi yang lebih luas.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya