Berita

Salah satu bukti kedekatan Bill Gates dan Jeffrey Epstein (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC International)

Dunia

Bill Gates Minta Maaf Pernah Dekat dengan Epstein

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pendiri Microsoft, Bill Gates, dilaporkan meminta maaf kepada stafnya terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, dalam sebuah pertemuan internal di Gates Foundation.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip rekaman pertemuan tersebut, Gates menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan melanggar hukum. 

“Saya tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Saya tidak melihat sesuatu yang melanggar hukum,” ujarnya di hadapan staf, dikutip dari 9News, Kamis 26 Februari 2026.


Meski demikian, Gates mengakui bahwa menjalin dan mempertahankan hubungan dengan Epstein merupakan “kesalahan besar”. Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang ikut terdampak oleh keputusannya tersebut. 

“Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret ke dalam masalah ini karena kesalahan yang saya buat,” katanya.

Sorotan terhadap Gates kembali menguat setelah namanya disebut beberapa kali dalam jutaan dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus Epstein. Namun hingga kini, Gates tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran oleh para korban Epstein.

Dalam pertemuan itu, Gates juga mengakui pernah memiliki dua hubungan gelap dengan perempuan asal Rusia. Ia menyebut Epstein kemudian mengetahui hubungan tersebut, meski tidak dijelaskan lebih lanjut konteksnya.

Mantan istrinya, Melinda French Gates, sebelumnya mengatakan bahwa mantan suaminya perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih tersisa terkait keterkaitannya dalam dokumen Epstein. Ia menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang “sangat, sangat menyakitkan” dalam pernikahan mereka.

Pasangan Gates mengumumkan perceraian pada 2021 setelah 27 tahun menikah. Sejak saat itu, kehidupan pribadi dan relasi masa lalu Gates terus menjadi perhatian publik, terutama ketika dokumen-dokumen baru terkait Epstein kembali dibuka ke publik.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya