Berita

Serial Sarasehan Kebangsaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang digelar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) di Kampus Paramadina Cipayung, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

Politik

Serial Sarasehan Kebangsaan Asta Cita Presiden Prabowo

Ichsanuddin Ungkap Tujuh Indikator Kerentanan Ekonomi Indonesia

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 05:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ekonom politik senior Ichsanuddin Noorsy mengungkap analisis tajam mengenai arah pembangunan ekonomi nasional. 

Dalam paparannya, Ichsanuddin menampilkan kerangka “7 Indikator Kerentanan Ekonomi Indonesia” yang menggambarkan potensi kelumpuhan ekonomi jika tidak dilakukan pembenahan kebijakan secara fundamental. 

Hal itu disampaikan Ichsanuddin dalam Serial Sarasehan Kebangsaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang digelar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) di Kampus Paramadina Cipayung, Jakarta Timur, Rabu 25 Februari 2026.


"Tiga indikator utama kerentanan yakni depresiasi rupiah yang berkelanjutan, ruang fiskal negara yang semakin sempit akibat beban utang dan bunga, serta krisis kepercayaan publik terhadap sistem ekonomi," kata Ichsanuddin .

Selain itu, ia memaparkan dampak nyata yang mulai terlihat di masyarakat dan sektor riil, antara lain menyusutnya kelas menengah hingga jutaan orang, sikap hati-hati sektor perbankan dalam menyalurkan kredit akibat ketidakpastian ekonomi, serta gejala deindustrialisasi dini yang ditandai dengan menurunnya kontribusi sektor manufaktur.

Menurut Ichsanuddin, kondisi tersebut menunjukkan gejala stagnasi struktural yang dapat mempersempit ruang gerak negara dalam mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan. Ia menyebut Indonesia berada dalam situasi “risk-off”, yakni meningkatnya kehati-hatian ekonomi akibat ketidakpastian struktural dan global.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa akar persoalan terletak pada ketimpangan kebijakan ekonomi nasional yang berdampak pada kelumpuhan struktural. Disfungsi kebijakan fiskal dan moneter, praktik penguasaan sumber daya strategis oleh elite, melemahnya produktivitas dan inovasi, serta distorsi harga dan daya beli disebut sebagai faktor yang memperlemah daya saing nasional.

Sebagai jalan keluar, Ichsanuddin menekankan pentingnya penguatan pilar daya saing dan ketahanan nasional secara simultan, meliputi modal intelektual, modal sosial, pengelolaan sumber daya alam, efisiensi ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia juga menyoroti pentingnya harmonisasi antara pendekatan ekonomi syariah, yang menekankan keadilan dan perlindungan ekonomi rakyat, dengan ekonomi konstitusi, yang menegaskan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Forum yang dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini dan ditutup oleh Ketua Umum DN-PIM Din Syamsuddin ini diharapkan menjadi ruang refleksi kritis sekaligus kontribusi pemikiran strategis bagi arah pembangunan ekonomi Indonesia menuju sistem ekonomi yang sehat, masyarakat yang berdaya, dan negara yang berdaulat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya