Ratusan polisi berpakaian preman menyerbu dan membubarkan kerumunan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Mapolda DIY, pada Selasa malam, 24 Februari 2026. (Foto: tvriyogyakartanews.com)
Ratusan polisi berpakaian preman menyerbu dan membubarkan kerumunan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Mapolda DIY, pada Selasa malam, 24 Februari 2026. (Foto: tvriyogyakartanews.com)
Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) Alam Slamet Barkah mengecam keras segala bentuk kekerasan dan perusakan yang tidak mencerminkan tradisi intelektual gerakan mahasiswa.
“Mahasiswa itu identik dengan nalar kritis dan etika perjuangan, bukan amarah dan perusakan. Anarkisme bukan bagian dari sejarah gerakan mahasiswa, aksi anarkis dan penyerangan Polda DIY sangat merusak demokrasi bangsa ini,” tegas Alam dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Populer
Senin, 16 Februari 2026 | 12:00
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12
Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18
Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59
Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19
UPDATE
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23