Berita

Anies Baswedan mencium tangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: Istimewa)

Publika

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 06:51 WIB

SEPERTI Pilpres 2024 lalu, agaknya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh masih menjadi poros tersendiri dalam Pilpres 2029 nanti. 

Ini terlihat dari tokoh-tokoh yang hadir dalam acara buka puasa bersama yang diadakan Partai NasDem, baru-baru ini.

Jusuf Kalla, Puan Maharani, Anies Baswedan, Zulkifli Hasan, Al Muzzammil Yusuf, Saifullah Yusuf, dan sederet petinggi partai lain, yang mewakili ketua umum partai mereka. 


Tak banyak tokoh yang bisa melakukan seperti yang dilakukan Surya Paloh.

Apalagi, posisi NasDem (Surya Paloh), agak unik dalam perpolitikan saat ini. Menyatakan diri dalam koalisi pemerintahan, tapi tak mengirimkan kader atau perwakilannya dalam kabinet. 

Surya Paloh sadar diri, bukan pengusung Prabowo-Gibran.

Dalam pernyataannya Surya Paloh tak seperti PKB, PAN, Demokrat, dan Golkar, yang belum apa-apa terlihat sudah memberi sinyal mendukung Prabowo dua periode, meskipun tak lagi menyebut Gibran. 

Gibran hanya disebut oleh PSI dan Jokowi seorang.

Artinya, NasDem berpeluang tak ikut mengusung Prabowo dua periode atau memilih mengusung calon sendiri. 

Apalagi kalau ada Jokowi, Gibran, dan PSI, di sisi Prabowo. Sebab, PSI terang-terangan menggerogoti melalui men-PSI-kan kader NasDem.

Anies Baswedan masih mungkin diusung NasDem, tapi agak tidak mungkinnya karena Anies sudah punya Partai Gerakan Rakyat (PGR). 

Kecuali PGR tak lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu. NasDem bisa berkoalisi dengan PDIP seperti Pilpres 2014.

Tapi, tentu bukan Jokowi Junior alias Gibran yang akan diusung. Anies-Puan, Anies-Pramono, atau sebaliknya, masih mungkin. 

Anies jadi Cawapres ini juga mustahil, karena sudah pernah jadi Capres. Tapi Surya Paloh tentu punya racikannya sendiri.

Surya Paloh masih konsisten mengusung ambang batas parlemen 7 persen dengan alasan penyederhanaan partai. 

Padahal putusan MK, seperti juga syarat pencapresan minta dihapuskan. Masih tergantung UU Pemilu yang akan dibahas DPR pada tahun ini.

Tapi, bisa jadi juga 7 persen ambang batas parlemen bertujuan untuk menjegal PSI masuk ke Parlemen. 

PSI sedang semangat-semangatnya membangun partai dan sudah seperti partai pemenang Pemilu saja. 

Targetnya pemenang ke-3, di mana NasDem saja setelah 3 kali Pemilu, tak bisa mencapainya.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya