Berita

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Jakarta Belum Optimal

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 05:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengelolaan sampah pada pasar-pasar tradisional di Jakarta belum optimal, sehingga diperlukan strategi khusus.

Komisi B DPRD DKI Jakarta dijadwalkan menggelar rapat kerja dengan Perumda Pasar Jaya untuk membahas pengelolaan sampah pasar di Jakarta di Jalan Kebon Sirih 18, Jakarta Pusat pada Rabu 25 Februari 2026.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto mengatakan, terpenting dalam mengurus sampah pasar tradisional di Jakarta, antara lain dimulai dari penanganan internal.


"Metoda pengumpulan dengan cara dipisah organik dan nonorganik serta jadwal pengumpulan," kata Wahyu dalam keterangan tertulisnya, Rabu 25 Februari 2026.

Berikutnya fasilitas tempat penampungan sementara harus terbatas. Artinya tidak bisa setiap saat diakses orang, kecuali petugas.

"Semua dituangkan dalam kesepakatan dan pengaturan internal di lingkungan pasar yang harus ditaati semua pihak (pedagang dan pengurus pasar)," kata Wahyu.

Selanjutnya, kata Wahyu, pengelola pasar berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, terutama masalah pengangkutan sampah pasar meliputi metoda dan jadwal tetap.  

"Soal biaya retribusi dan lainnya dibahas bersama sesuai kewajaran agar dapat diterima semua pihak," 

Pemprov DKI Jakarta mencatat, dari 7.200 ton sampah yang setiap hari diantar ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, 480 ton sampah disumbang oleh pasar-pasar tradisional. 

Sampah jenis organik mendominasi komposisi buangan dari pasar, yakni 53,75 persen, disusul sampah kertas 14,92 persen dan plastik 14,02 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya