Berita

Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Wamen Todotua:

Relaksasi TKDN untuk AS Tak Pengaruhi Iklim Investasi

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 02:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu merespons kebijakan relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam kerangka kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat.

Menurut Todotua, pelonggaran sejumlah ketentuan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap iklim investasi di dalam negeri.

"Kalau itu kan bagian dari part strategi aja, dilonggarkan beberapa persyaratannya. Tapi kan ada hitungannya juga trade kita yang kita ambil dari mereka, nggak terlalu pengaruh oleh itu," kata Todotua di kantornya di Jakarta, Selasa 24 Febuari 2026.


Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perdagangan, bukan perubahan mendasar terhadap arah kebijakan investasi nasional. 

Indonesia, kata dia, tetap memiliki daya tarik bagi investor, termasuk perusahaan-perusahaan asal AS.

Todotua juga membantah adanya kesepakatan yang mengharuskan Indonesia mengikuti langkah politik atau kebijakan boikot negara lain.

"Komunikasi dan kerjasama tentu kita buka, tapi independensi dan kemandirian tetap," tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah memastikan ketentuan TKDN tetap berlaku terutama dalam proyek pengadaan atau belanja pemerintah. Sementara untuk produk yang beredar di pasar komersial, ketentuan itu disebut tidak diberlakukan secara umum.

Dengan demikian, relaksasi yang dilakukan dalam konteks perjanjian dagang dinilai tidak mengubah struktur persaingan usaha secara luas di dalam negeri.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya