Berita

Dua bus Transjakarta bertabrakan antara BMP 263 dan MYS 17100 di koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir Jakarta Selatan, Senin 23 Februari 2026 (Foto: Dokumentasi Istimewa)

Nusantara

Wahyu Dewanto:

Direksi Transjakarta Butuh Penyegaran Pasca Kecelakaan di Jalur Langit

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 00:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta (operator BMP 263 dan MYS 17100) di jalur layang Koridor 13 (ruas Swadarma arah Cipulir) pada Senin pagi, 23 Februari 2026.

Wahyu menekankan bahwa insiden di jalur langit yang sepenuhnya steril dan terpisah dari kendaraan lain ini mengindikasikan adanya celah serius dalam manajemen operasional yang perlu segera dibenahi secara mendasar.

"Kalau mau ada perbaikan serius, jajaran direksi Transjakarta perlu dilakukan penyegaran," kata Wahyu dalam keterangannya kepada RMOL, Rabu 25 Februari 2026.


Menurut Wahyu, kecelakaan berulang yang melibatkan bus Transjakarta harus menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membenahi jajaran direksi.

"Sudah saatnya dievaluasi," kata Wahyu.

Di sisi lain, Wahyu mendorong penguatan sistem pengawasan digital pramudi PT. Transjakarta. Hal ini untuk menekan kecelakaan yang melibatkan armada. 

"Waktu Komisi B kunjungan ke Transjakarta memang ada Command Center Transjakarta untuk memantau pergerakan bus, tapi belum maksimal," kata politisi Partai Gerindra ini.

Mengutip data PT Transjakarta, pemasangan ADAS (Advanced Driver Assistance System) dan DMS (Driver Monitoring System) di bus masih terbatas.

Pemasangan ADAS/DMS yang berfungsi membantu mencegah kecelakaan sebelum terjadi baru pada 252 unit bus besar/sedang yang kontraknya tahun 2025. Padahal total bus ada 2.260 unit.

"Bus yang terlibat kecelakaan belum terpasang ADAS/DMS karena kontrak unit tahun 2017 dan tahun 2022 yang dalam proses penambahan ADAS/DMS," kata Wahyu.

Padahal, kata Wahyu, pemasangan ADAS/DMS sangat vital, karena bisa memonitor sopir mengantuk dan melihat kecepatan serta headway.

"Makanya seluruh bus wajib dipasangi ADAS/DMS. Kalau operator menolak, tak usah diperpanjang kontraknya," pungkas Wahyu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya