Berita

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP soal Ambang Batas Parlemen: Idealnya Cukup 5-6 Fraksi di DPR

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 19:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perlu pertimbangan matang mengenai besaran angka parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen.

Walaupun, dinaikkannya ambang batas bertujuan untuk menyederhanakan jumlah partai politik yang lolos ke parlemen agar lebih selektif dan efektif dalam menjalankan fungsi legislasi.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan penyederhanaan partai di DPR penting agar komposisi fraksi lebih ideal dan proporsional.


“Idealnya di DPR diisi 5 atau 6 fraksi, sehingga perlu dilakukan simulasi,” ujar Andreas kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, partai yang masuk ke parlemen harus memiliki jumlah kursi yang memadai. Hal ini penting agar pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR tidak menimbulkan rangkap jabatan.

Ia menilai selama ini ada anggota yang harus duduk di beberapa AKD sekaligus karena keterbatasan jumlah personel dari fraksi kecil. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat anggota DPR tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugas konstitusionalnya.

Terkait usulan kenaikan PT menjadi 7 persen, Andreas menegaskan angka tersebut masih perlu dikaji melalui simulasi.

“Soal angka sebaiknya disimulasikan dulu. Bisa sama, bisa lebih atau sedikit kurang dari 7 persen. Tetapi idealnya memang 5 paling banyak 6 partai,” kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR Fraksi PDIP ini.

Menanggapi kekhawatiran bahwa kenaikan ambang batas akan membuat lebih banyak suara rakyat terbuang, Andreas berpandangan tidak ada istilah suara hilang.

“Tidak ada istilah dan akan terbuang, rakyat tetap bisa menyalurkan suaranya melalui partai-partai yang masuk PT,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan hingga kini belum ada pembahasan resmi mengenai revisi Undang-Undang Pemilu, termasuk soal besaran angka parliamentary threshold.

“Belum ada pembahasan soal UU Pemilu,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya