Berita

Ketua KPK, Setyo Budiyanto. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

KPK Percaya Pemerintah Paham Cara Terbaik Jalankan Kopdes Merah Putih

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaruh kepercayaan kepada pemerintah dalam menjalankan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih agar tetap sesuai tujuan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas di tengah polemik yang berkembang.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, bahwa lembaganya memantau program tersebut dari aspek pencegahan korupsi melalui mekanisme penilaian risiko, sekaligus menilai pemerintah telah merespons isu yang muncul.

"Kami sifatnya kita melihat apa selama itu masih sifatnya potensi, belum ada, kan kami punya ada namanya RCA, Risk Corruption Assessment,” kata Setyo usai acara Pertemuan Semester II Tahun 2026 Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) di Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Februari 2026.


Menurutnya, pendekatan KPK saat ini berfokus pada upaya pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program strategis tersebut.

"Dari situ kan nanti kalau memang ada, ini semua kita bicaranya atau konteksnya adalah pencegahan. Sehingga jangan sampai terjadi permasalahan," terang Setyo.

Setyo menegaskan, dengan adanya respons dari pemerintah, KPK memilih menunggu langkah lanjutan sambil memastikan program tetap berjalan sesuai koridor.

"Kalau yang tadi itu, saya lihat pemerintah sudah merespons, dengan pemerintah sudah merespons kita tunggu saja langkah-langkah berikutnya," tegasnya.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah memahami langkah terbaik agar program Kopdes Merah Putih tidak menyimpang dari tujuan awalnya sebagai program strategis untuk masyarakat.

"Saya kira mereka, pemerintah sudah tahu apa yang terbaik untuk menjaga agar program strategis ini bisa berjalan dengan baik dan berguna bermanfaat untuk seluruh masyarakat," pungkas Setyo.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya