Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

AS Larang RI Kenakan Pajak ke Netflix-Google, Kemenkeu Sebut Tak Ganggu APBN

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 12:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Amerika Serikat melarang Indonesia mengenakan pajak jasa digital yang bersifat diskriminatif terhadap perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam.

Ketentuan itu tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. 

Dalam Article 3.1: Digital Services Taxes ditegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengenakan pajak jasa digital atau pajak serupa lainnya yang mendiskriminasi perusahaan AS, baik secara hukum maupun secara faktual.


Selain itu, pada Article 2.12: Border Measures and Taxes, Indonesia juga disebut tidak akan menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) yang bersifat diskriminatif terhadap perusahaan-perusahaan AS.

Meski demikian, Kementerian Keuangan memastikan klausul tersebut tidak akan mengganggu pemungutan PPN atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, menjelaskan bahwa pajak jasa digital yang dimaksud dalam dokumen ART berbeda dengan PPN PMSE yang saat ini diatur dalam peraturan perundang-undangan nasional.

Menurut Febrio, pajak digital yang dibahas dalam ART merujuk pada skema pajak khusus yang hingga kini masih menjadi perdebatan global. Pajak tersebut memang menyasar perusahaan-perusahaan teknologi besar, yang sebagian besar berasal dari AS seperti Google dan Netflix.

“Ini adalah terbatas pada beberapa puluh perusahaan seperti Google, Netflix dan sebagainya. Itu dampaknya sangat terbatas bagi penerimaan pajak di Indonesia, tetapi, PMSE ini tetap jalan karena ini sesuai dengan yang sifatnya non-discriminatory. Jadi, PPN yang dipungut oleh DJP terhadap PMSE itu tetap berjalan,” ujar Febrio dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Senin 23 Febuari 2026.

Ia menegaskan, sekalipun Indonesia nantinya tidak menerapkan pajak digital khusus sebagaimana dimaksud dalam ART, perusahaan-perusahaan digital asing tetap dikenakan PPN PMSE sepanjang memenuhi kriteria yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Bimo Wijayanto, menekankan bahwa klausul dalam perjanjian dagang tersebut berlandaskan prinsip non-diskriminasi.

“Jadi semua ditetapkan non-discrimination kemudian dirancang diberlakukan secara umum, objektif dengan kriteria yang sama. Jadi dari sisi Direktorat Jenderal Pajak, pemajakan yang dilaksanakan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini seperti PPN berlaku secara umum tanpa memandang asal pelaku usaha,” tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya