Berita

Presiden KSPI/Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (Foto: Dokumen Partai Buruh)

Politik

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 11:49 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ribuan buruh dipastikan akan mengepung Gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada 4 Maret 2026 untuk menuntut pembatalan rencana impor 105.000 mobil pickup 4x4 dari India, yang dinilai mengancam industri dan tenaga kerja dalam negeri.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan aksi tersebut akan diikuti sekitar 1.000 hingga 2.000 buruh dari wilayah Jabodetabek. Ia menegaskan salah satu tuntutan utama adalah menghentikan pengadaan kendaraan impor untuk program Koperasi Desa Merah Putih.

“Batalkan rencana pembelian 105.000 mobil pickup dari India. Berikan kesempatan kepada produsen dalam negeri, karena ini mengancam pekerjaan buruh Indonesia. Rencana ini hanya menguntungkan buruh India dan menggunakan uang pajak rakyat,” tegas Said dalam konferensi pers daring, Selasa 24 Februari 2026.


Said menjelaskan, penggunaan anggaran negara untuk membeli kendaraan dari luar negeri berpotensi melemahkan industri otomotif nasional. Ia menilai jika pengadaan dialihkan ke produsen dalam negeri, maka bisa menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja dalam jangka panjang, termasuk di sektor suku cadang.

Selain isu impor pickup, buruh juga menuntut kejelasan dan sanksi tegas bagi perusahaan yang tidak membayar tunjangan hari raya (THR). 
“Untuk aksi tanggal 4 Maret di depan Gedung DPR, sekitar 1.000 hingga 2.000 buruh se-Jabodetabek akan hadir. Output yang ingin dicapai adalah kejelasan dan sanksi tegas agar perusahaan yang tidak membayar THR mendapat efek jera,” ujar Said.
Aksi tersebut juga akan membawa tuntutan lain, termasuk pengesahan RUU PPRT, RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan penolakan upah murah.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya