Berita

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily (tengah) (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Pertahanan

Ace Hasan Syadzily Tegaskan Keterlibatan Indonesia di ISF Bukan Sekadar Omon-Omon

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 10:56 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) menjadi bukti nyata komitmen negara untuk mendorong perdamaian di Gaza, Palestina.

Hal itu disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, menanggapi pro dan kontra keputusan Indonesia terpilih sebagai salah satu dari lima negara dalam struktur ISF dan akan mengirimkan 8.000 pasukan ke Rafah.

“Posisi tersebut sangat menentukan dalam upaya mendorong perdamaian di konflik antara Palestina dan Israel,” ujar Ace kepada wartawan, Senin 24 Februari 2026.


Indonesia dipercaya sebagai wakil komandan dalam misi ini. Ace menekankan, langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar pernyataan politik.

“Bahwa Indonesia menunjukkan langkah-langkah konkret, bukan sekadar omon-omon, untuk mencapai perdamaian dan mendukung Palestina merdeka,” tegasnya.

Terkait kesiapan pengiriman 8.000 pasukan, Ace menyebut Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam misi perdamaian dunia.

“Dari pengalaman TNI, Panglima TNI, dan Kementerian Pertahanan, kita sudah terbiasa terlibat aktif dalam proses perdamaian dunia. Kementerian Pertahanan dan TNI sudah menyiapkan prajurit-prajurit terlatih yang akan ditugaskan untuk menjaga perdamaian,” jelasnya.

Sebelumnya, Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers III, memastikan Indonesia akan menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Pengumuman ini disampaikan dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis 19 Februari 2026.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya