Berita

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth saat meninjau proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, (Foto: Dokumentasi Istimewa)

Politik

Jalur Jalan Menyempit, Kenneth Kritik Dampak Proyek Flyover Latumenten

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 10:30 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, memicu kemacetan parah dan menuai keluhan warga.

Kondisi ini mendorong Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak penyempitan jalur selama proyek berlangsung.

“Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan,” tegas pria yang akrab disapa Kent itu dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa 24 Februari 2026.


Setelah melakukan peninjauan, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut mendapati Jalan Latumenten yang semula memiliki tiga lajur kini menyempit drastis menjadi hanya satu lajur aktif. Penyempitan ini membuat antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kent juga menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api, sehingga memperparah kemacetan.

“Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Seharusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck supaya arus kendaraan tetap bergerak,” ujarnya.

Kemacetan semakin diperburuk dengan masih melintasnya truk kontainer dan bus berukuran besar di ruas jalan yang kini tinggal satu lajur.

“Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret,” tuturnya.

Kent menegaskan, proyek strategis seperti pembangunan flyover memang bertujuan mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta. Namun, pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.

“Kita semua mendukung pembangunan Flyover Latumenten ini karena tujuannya baik. Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot,” tegasnya.

Ia pun meminta Dinas Perhubungan bergerak cepat dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya