Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. (Foto: Dokumentasi Fraksi NasDem)

Politik

Pengiriman TNI ke Gaza Harus Murni Misi Kemanusiaan

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wacana pengiriman pasukan TNI ke Gaza harus diposisikan sebagai misi kemanusiaan dan penjaga perdamaian, bukan keterlibatan dalam konflik bersenjata.

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menekankan langkah tersebut tetap harus sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif. 

"Kehadiran TNI bukan untuk menjadi pihak yang berkonflik. Yang kita kirim bukan kekuatan tempur, melainkan pesan kemanusiaan dan tanggung jawab global," ujar Amelia dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, 24 Februari 2026. 


Amelia mengakui adanya kekhawatiran publik terkait potensi gesekan dengan pihak-pihak yang terlibat di Gaza, termasuk Hamas. Karena itu, mandat dan mekanisme penempatan pasukan harus dirumuskan secara ketat. 

"Pasukan TNI tidak boleh ditempatkan sebagai pihak yang berhadapan dengan salah satu aktor konflik. Peran mereka harus jelas sebagai penjamin keamanan distribusi bantuan kemanusiaan, pelindung warga sipil, dan pengawas kesepakatan gencatan senjata jika ada," lanjutnya.

Politikus Partai Nasdem itu menyebut rencana penempatan hingga 8.000 personel harus berbasis zona netral, dengan fokus pengamanan fasilitas kesehatan, kamp pengungsi, serta koridor distribusi bantuan.

Selain itu, aturan pelibatan atau Rules of Engagement harus bersifat defensif dan mengacu pada standar misi penjaga perdamaian internasional, serta dikoordinasikan melalui mekanisme resmi PBB. 

"Selama seluruh prasyarat hukum internasional terpenuhi, mandatnya sah dan ada jaminan keamanan bagi prajurit kita. Kontribusi TNI justru akan mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia," pungkas Amelia.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya