Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Publika

Presiden Dicap Bodoh dan Dungu

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 06:50 WIB

PRESIDEN yang membangun jalan, jembatan, bandara, yang berorientasi fisik, presidennya dicap dungu. 

Yang perlu dibangun itu bukan jalan berupa fisik, melainkan jalan pikiran anak bangsa ke depan. Waktu itu kritiknya begitu.

Tapi saat presiden membangun anak bangsa berupa Makan Bergizi Gratis alias MBG, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Koperasi Desa, presidennya malah dicap bodoh. 


Kenapa tak menggratiskan pendidikan, menaikkan gaji guru, dosen, dan lain-lain? Begitu pula kritikannya.

Bagaimana bisa jalan yang ditempuh berbeda jauh, tapi kesimpulannya tetap sama. Yakni, bodoh dan dungu. 

Jadi siapa sebenarnya yang cerdas dan pintar? Dan jalan mana pula seharusnya ditempuh, sehingga tak dikatakan bodoh dan dungu?

Sebuah negara maju memang semuanya harus dibangun. Jalan raya dan jalan pikiran. Pendidikan gratis buat rakyatnya, dan ketersediaan pangan, sandang, dan papan. 

Tapi sebuah negara yang menuju kemajuan itu, memang sulit untuk memilih.

Dipilih satu, tinggal yang lain. Dipilih yang lain, tinggal yang lainnya lagi. 

Yang protes terlalu banyak daripada yang bekerja. Yang protes disuruh bekerja, juga tak bisa. 

Bahkan, hasilnya bisa lebih buruk. Memprotes terbukti memang lebih mudah.

Masalah negeri ini sejak dulu memang hanya satu, yakni korupsi. Jalan yang dibangun korupsi juga. 

MBG bukan mustahil nanti korupsi juga. KPK lama dan KPK baru, apakah bisa mengatasinya? Tidak juga. Rasa-rasanya saja yang bisa. Hasilnya nol.

Terlalu banyak yang tak tahu diri di negeri ini. Persis seperti penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bangga anaknya menjadi WNA, padahal dirinya hidup sebagai WNI yang dibiayai. 

Gaya sok bisa, tapi saat berkuasa hasilnya sama saja. Lalu buat apa?

Jadi, bukan jalan yang ditempuh yang salah, tapi mental dari orang-orang yang berjalan ini yang salah. 

Presiden dungu, presiden bodoh, lahir dari orang-orang yang hanya mencari sensasi, bukan substansi. Substansinya, mentalnya rusak parah.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya