Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Hinca Pandjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Legislator Demokrat Tuding Jokowi Ambigu soal Revisi UU KPK

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 18:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Klaim mantan Presiden Joko Widodo yang menyatakan tidak menyetujui revisi UU KPK tahun 2019 disesalkan banyak pihak, termasuk Komisi III DPR RI.

Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan, menegaskan, tidak mungkin sebuah undang-undang disahkan tanpa keterlibatan pemerintah sebagai representasi presiden dalam proses pembahasan bersama DPR.

“Saya ikut juga dalam pembahasan itu. Enggak ada satu undang-undang yang bisa diselesaikan sendirian oleh DPR, pasti ada dari pemerintah. Enggak mungkin itu rapat cuma DPR saja. Mau itu usul pemerintah atau usul DPR, kedua belah pihak,” tegas Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.


Menurut Legislator Demokrat ini, pernyataan Jokowi yang menyebut tidak menandatangani UU tersebut sebagai bentuk ketidaksetujuan adalah keliru secara konstitusional.

“Kalau kemudian alasan Presiden Jokowi waktu itu ‘Saya enggak tanda tangan berarti enggak setuju’, enggak benar itu. Karena enggak ditandatangani pun otomatis berlaku. Justru di situ ambigunya,” tegas Legislator Demokrat ini.

Hinca menjelaskan, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, jika presiden tidak menandatangani RUU yang telah disetujui bersama dalam waktu 30 hari, maka RUU tersebut otomatis sah menjadi undang-undang.

“Jadi kalau alasannya aku tidak menandatangani bahwa dia enggak ikut campur di situ, saya kira itu salah besar,” katanya.

Selain itu, Hinca juga menegaskan bahwa dalam setiap tahapan pembahasan, pemerintah secara aktif terlibat melalui menteri yang ditunjuk presiden kala itu. Bahkan, dalam rapat paripurna pengambilan keputusan, pemerintah menyampaikan pendapat akhir dan menyatakan persetujuan.

“Di paripurna, pengambilan keputusan terakhir itu. Ada respons pemerintah dibacakan, dia setuju kok. Bahkan berterima kasih kepada DPR karena sudah membahas,” ujarnya.

Atas dasar itu, kata Hinca, pernyataan ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut justru membuat banyak anggota DPR bertanya-tanya.

“Kami bertanya semua dari DPR ini. Kok tiba-tiba enggak ada angin, enggak ada hujan, lempar itu. Itu kami ramai-ramai membantah itu, enggak benar itu,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya