Berita

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi pembicara dalam kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI terkait kondisi geopolitik di Ruang Dwi Warna Purwa, Gedung Pancagatra, Jakarta Pusat pada Senin, 23 Februari 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

SBY Pamer Museum di Pacitan Jawab Pertanyaan Ekonomi Peserta Lemhannas

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 17:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Museum & Galeri SBY ANI bisa jadi tempat belajar peserta didik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Hal itu disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi pembicara dalam kuliah umum terkait kondisi geopolitik di Ruang Dwi Warna Purwa, Gedung Pancagatra, Lemhannas, Jakarta Pusat pada Senin, 23 Februari 2026.

Awalnya, SBY menjawab pertanyaan peserta soal peluang Indonesia keluar dari middle income trap (jebakan pendapatan menengah) yang merupakan kondisi ekonomi di mana suatu negara berhasil keluar dari status pendapatan rendah ke menengah, namun tertahan (stagnan) dan gagal menjadi negara maju.


"Bisa enggak Indonesia keluar dari middle income trap? Kalau para peserta tahu Pak Gubernur, kalau misalkan ada waktu diizinkan entah apalah bisa berkunjung ke ini. Bukan jualan, saya punya museum di Pacitan, presidential museum pertama kali di Asia silakan dilihat," kata SBY.

"Ini data resmi Indonesia dari IMF, World Bank ada di situ tentang progres kita di bidang ekonomi. Silakan dilihat. Saya studi banding ke negara lain, kita bangun di Indonesia, kita bicara soal realitas, soal data, soal truth kebenaran," sambungnya.

Ajakan SBY sempat disambut tepuk tangan oleh para peserta yang memenuhi ruangan.

Merujuk pada data, SBY menjelaskan bahwa ada perbedaan income per kapita tahun 2004 dari 1.100 Dolar AS per tahun untuk penghasilan per orang, berubah dan naik di tahun 2014 jadi 3.760 Dolar naik 350 persen.

Tentu data ini berpengaruh pada daya beli masyarakat baik di tingkat kota dan kabupaten.

Untuk itu, SBY mengingatkan pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo agar mampu mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam hal ekonomi. Terlebih setelah Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19.

"Tunjukkan our policy is right, tunjukkan hasil, kan yang dilihat hasilnya," tegas SBY

Di sisi lain, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menyampaikan kehadiran SBY untuk memberikan pengetahuan mengenai kondisi geopolitik akhir-akhir ini.

"Beliau (SBY) pasti sangat memonitor dan mengikuti proses perkembangan geopolitik global. Beliau juga adalah Presiden Indonesia yang ke-6, tentu banyak sekali pengetahuan yang akan diberikan kepada kita semua," kata Ace.  


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya