Berita

Representative Image (Foto: Tasnim News)

Global

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Bakal Digelar 26 Februari di Jenewa

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Oman, selaku mediator, memastikan putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat akan kembali digelar pada 26 Februari di Jenewa. 

Kepastian itu memunculkan optimisme di tengah dinamika panas hubungan Iran dan AS yang selama ini diwarnai tarik-ulur diplomasi dan tekanan militer.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, mengonfirmasi jadwal tersebut melalui pernyataan di media sosial. 


“Dengan senang hati mengonfirmasi bahwa perundingan AS-Iran kini dijadwalkan di Jenewa pada hari Kamis ini, dengan dorongan positif untuk bekerja lebih keras dalam menyelesaikan kesepakatan tersebut,” tulisnya, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Senin, 23 Februari 2026. 

Sinyal serupa juga datang dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menyebut peluang pertemuan lanjutan pada 26 Februari sembari menegaskan pembahasan kini difokuskan pada penyempurnaan kerangka proposal. 

“Saya percaya bahwa ketika kita bertemu, mungkin lagi pada hari Kamis ini di Jenewa, kita dapat membahas elemen-elemen tersebut, dan mempersiapkan naskah yang baik, dan mencapai kesepakatan dengan cepat, ungkapnya. 

Putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika diadakan di Swiss pada 17 Februari, dimediasi oleh Oman.

Dalam komentarnya setelah perundingan selesai, Araqchi mengatakan perundingan dilakukan dalam suasana serius dan lebih konstruktif dibandingkan putaran sebelumnya.

Dari Washington, nada kehati-hatian tetap terasa. Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Axios bahwa pihaknya siap melanjutkan pembicaraan apabila Iran menyerahkan proposal rinci dalam waktu 48 jam. 

“Jika Iran memberikan rancangan proposal, AS siap bertemu di Jenewa pada hari Jumat untuk memulai negosiasi rinci guna melihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan nuklir,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pemerintahan saat ini terbuka untuk membahas kesepakatan sementara sebelum mencapai perjanjian komprehensif.

Meski jalur diplomasi kembali dibuka, tensi militer belum sepenuhnya mereda. Presiden AS Donald Trump dilaporkan memerintahkan pengerahan besar kekuatan militer ke kawasan Asia Barat, termasuk kapal induk dan pesawat tempur, sebagai bagian dari opsi menghadapi Iran. 

Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa eskalasi dapat membayangi proses negosiasi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya