Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Buka-bukaan Menlu Sugiono Soal Biaya Misi Gaza

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) kini memasuki tahap pematangan, terutama terkait skema pendanaan operasionalnya. 

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa sumber biaya untuk misi besar ini tidak akan sepenuhnya membebani anggaran domestik, melainkan didukung oleh komitmen finansial kolektif dari berbagai negara dan sektor swasta yang tergabung dalam Board of Peace.

"Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara, itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional," ungkap Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23 Februari 2026. 


Berdasarkan data terbaru, sejumlah negara telah menyatakan dukungan dana di luar kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar Dolar AS.

Setidaknya ada sembilan negara yang telah berkomitmen memberikan dukungan finansial masif, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Total komitmen dari negara-negara tersebut dilaporkan mencapai angka 7 miliar dollar AS. Dana inilah yang nantinya akan digunakan untuk menyokong seluruh kebutuhan logistik dan operasional pasukan di lapangan.

Meski dukungan internasional mengalir deras, Sugiono tidak menampik bahwa Indonesia tetap memiliki tanggung jawab finansial sebagai negara pengirim. "Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan ya pasti mengeluarkan biaya," jelasnya. Hal ini menunjukkan adanya pembagian beban (burden sharing) yang proporsional antara negara penyedia pasukan dan negara penyumbang dana.

Kepastian mengenai dukungan anggaran ini menjadi krusial, mengingat Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan pengiriman kelompok pendahulu (advance group) dalam waktu dekat. 

"Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini," ujar Presiden Prabowo. 

Dengan sokongan dana global yang kuat, Indonesia kini berada dalam posisi siap untuk menjalankan mandat perdamaian di Gaza sesuai target waktu yang telah direncanakan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya