Berita

Ilustrasi Anggota Brimob. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Hukum

Tom Lembong Soroti Tren Kesewenang-wenangan Aparat

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 09:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, geram dan menyampaikan duka mendalam atas aksi penganiayaan brutal yang diduga dilakukan anggota Brimob Pelopor C Kota Tual, Bripda Masias Siahaya, hingga menewaskan seorang siswa MTsN Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14), Kamis, 19 Februari 2026.

“Terlalu sakit, terlalu pilu, memikirkan tragedi yang menimpa Arianto Tawakal, murid usia 14 tahun yang dibunuh oleh seorang oknum Brimob,” ujar Tom lewat akun Instagram resminya, dikutip Senin, 23 Februari 2026.

Ia mengajak publik untuk bercermin atas maraknya tindakan kesewenang-wenangan yang mencoreng wajah penegakan hukum.


“Ibu-Bapak yang saya cintai, tren kesewenang-wenangan sudah mencapai sebuah titik di mana kita harus berkaca: kita ingin dikenal sebagai bangsa dengan budaya seperti apa? Apakah di mata Tuhan Allah dan di mata dunia, kita ingin dikenal dan dikenang sebagai masyarakat yang beringas dan liar?” katanya.

Meski demikian, Tom menegaskan keyakinannya bahwa mayoritas aparat penegak hukum merupakan pribadi yang baik. Namun, menurutnya, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras agar profesionalisme kembali menjadi kiblat utama lembaga penegak hukum.

“Saya tetap yakin di segenap aparat hukum kita, mayoritas anggota merupakan manusia yang baik. Namun, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras untuk mengembalikan profesionalisme sebagai kiblat utama lembaga penegak hukum,” tegasnya.

Tom juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan nama “Tawakal” yang disandang korban. Ia bercerita, tujuh bulan lalu dirinya mendapat pelajaran bermakna tentang arti tawakal dari sesama tahanan beragama Islam saat berada di penjara.

“Kematian Arianto Tawakal ini ekstra sedih bagi saya, karena tujuh bulan lalu saya sangat terinspirasi diajarkan oleh sesama tahanan di penjara yang beragama Islam tentang makna kata ‘Tawakal’, di tengah perjuangan saya untuk mengungkap kebenaran dan mendapat keadilan,” ungkapnya.

Dia pun menyoroti waktu kejadian yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan masa pra-Paskah.

“Tambah heran, bahwa kelakuan oknum Brimob ini juga terjadi di bulan suci Ramadan dan di bulan suci pra-Paskah. Saya tidak bisa membayangkan trauma yang dirasakan keluarga Arianto. Innalillahi wa innailaihi roji’un,” ucapnya.

Tom bersama istrinya, Ciska, turut menyampaikan doa bagi keluarga korban.

“Turut berduka yang mendalam; saya dan Ciska doakan Allah SWT menyelimuti keluarga Arianto dengan segala kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tragedi ini,” tutupnya.

Sementara itu, Polres Tual, Polda Maluku telah menetapkan Bripda Masias Siahaya sebagai tersangka. Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, menjelaskan bahwa setelah penetapan tersangka, yang bersangkutan langsung dibawa ke Polda Maluku untuk menjalani sidang kode etik.

Proses etik tidak ditangani di tingkat Polres karena kewenangannya berada di Polda melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).

Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah memeriksa 14 saksi dan meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Atas dugaan perbuatannya, Bripda Masias dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, serta Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya