Berita

Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. (Foto: Istimewa)

Publika

Jokowi Memang sudah Selesai, tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 05:39 WIB

DENGAN dingin politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa Joko Widodo alias Jokowi sudah selesai.

Hal itu disampaikan Fadli Zon di depan Akbar Faizal saat menjadi narasumber di Channel YouTube Akbar Faizal Uncensored, baru-baru ini. 

Ibarat membaca buku Jokowi adalah chapter lama, Prabowo Subianto chapter baru. Ini eranya Prabowo, bukan Jokowi. Jokowi sudah dua periode, tak bisa lagi maju. Jokowi kembali ke Solo, dipuji Fadli Zon.


Susah payah Akbar Faizal menggali komentar Fadli Zon terkait Jokowi, akhirnya keluar juga. Jokowi sudah selesai, kata Fadli Zon. 

Sebetulnya, Fadli Zon tahu persis apa yang diinginkan Akbar Faizal, tapi ia mencari pilihan kata yang pas, agar tak terlalu tajam, hingga ketemulah perumpamaan membaca buku. 

Chapter ini sudah habis, kita buka chapter baru. Fadli Zon tegas mengatakan sekarang ini eranya Pak Prabowo. "Apa yang dijalankan Pak Prabowo saat ini, inilah yang paling tepat," kata Fadli Zon.

Akbar Faizal tertawa puas, saat dari mulut Fadli Zon keluar kata-kata bahwa, Pak Jokowi sudah selesai. Ia seperti berhasil mewawancarai Fadli Zon, saat kata-kata itu diucapkan Fadli Zon dengan dingin. 

Setelah itu wawancara seperti tak menarik lagi. Akbar Faizal merasa sama dengan Fadli Zon di masa lalu dengan posisi yang saling berlawanan. Akbar Faizal membela Jokowi mati-matian, sementara Fadli Zon membela Prabowo juga mati-matian.

Bedanya, Akbar Faizal dan Fadli Zon adalah Akbar Faizal menyesal dengan apa yang dilakukannya dulu terhadap Jokowi, Fadli Zon tidak. 

Akbar Faizal merasa salah pilih, Fadli Zon tidak sama sekali. Akbar Faizal bertanya, bagaimana Fadli Zon bersikap saat arah jarum jam sejarah berbalik. "Menyesuaikan diri," jawab Fadli Zon datar.

Fadli Zon mengaku tetap kritis di DPR saat Prabowo menjadi menterinya Jokowi selama satu periode. 

Ia beruntung menjadi Ketua BKSAP pada periode itu, sehingga lebih banyak berada di luar negeri ketimbang di dalam negeri. 

Ia bisa tiarap atau menyesuaikan diri dengan kebijakan partai pada waktu itu, meski banyak yang mempertanyakan juga atau mungkin kasihan, karena dulu terlalu kritis di era awal Jokowi. 

Akbar Faizal terlihat salut, tidak saja terhadap Fadli Zon, tapi mungkin juga terhadap Prabowo. Sama-sama loyal antara pimpinan dan bawahan. 

Banyak yang mengira waktu itu karir Fadli Zon sudah selesai. Ternyata, tidak. Prabowo tidak pernah melupakan Fadli Zon. Mereka bersahabat erat. Sudah dekat saat Fadli Zon masih muda, bahkan masih mahasiswa.

Hanya saja, Fadli Zon lupa atau memang pura-pura lupa, bahwa Jokowi memang sudah selesai, dan sudah balik ke Solo. 

Tapi Jokowi tak berhenti. Jokowi masih ingin mati-matian memenangkan PSI dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. 

Bahkan, sudah sejak tahun lalu, Jokowi sudah memasangkan Prabowo-Gibran dua periode. Kalau Prabowo nanti tak berkenan, maka bukan mustahil Jokowi punya alasan sendiri untuk mengusung Gibran melalui PSI.

Jadi, umpama membaca buku juga, Jokowi jilid satu memang sudah selesai, tapi Jokowi jilid dua sedang ditulis Jokowi. 

Bahkan, bisa jadi juga ada Jokowi jilid tiga, jilid empat, dan seterusnya. Jadi, belum akan selesai. 

Tapi memang Akbar Faizal tak perlu lagi mengejar itu, dan Fadli Zon pun, tak perlu juga memperjelasnya. 

Politisi senior seperti Akbar dan Fadli kadang tak perlu berbicara terlalu detail. Detailnya biarlah dendang saja yang akan menyampaikan.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya