Berita

Joko Widodo bersama Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 03:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang kekuasaan politik mantan Presiden Joko Widodo Bersama dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka, digambarkan dalam Tembok Ratapan Solo.

Pengamat Citra Institute, Efriza memaparkan, Tembok Ratapan Solo yang mengemuka di publik bukan sekadar satire perubahan nama alamat rumah Jokowi di Sumber, Solo, Jawa Tengah.

Lebih dalam dari itu, dia menganggap istilah Tembok Ratapan Solo merupakan bagian dari wajah kekuasaan Jokowi di publik yang semakin memudar. Bukan karena tidak lagi berkuasa tetapi lantaran kekuasaannya dulu memuat banyak borok. 


"Tembok Ratapan Solo menjadi ekspresi kontradiktif dengan narasi kesuksesan Jokowi maupun legacy yang diberikan kepada Jokowi untuk negeri ini," ujar Efriza kepada RMOL, Minggu 22 Februari 2026.

Menurutnya, Jokowi kini dalam kondisi terbatas dalam segi kekuasaan pasca pensiun sebagai Presiden ke-7 RI, meskipun Gibran di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Wakil Presiden.

Karena itu, Efriza tak heran jika Jokowi ingin mati-matian meraih kekuasaan lagi ke depannya dengan cara menyokong PSI untuk Pemilu 2029 mendatang.

Akan tetapi, akibat dari catatan buruk Jokowi saat memerintah sejak 2014 hingga 2024, PSI juga tidak dalam keadaan yang mudah untuk menjadi kendaraan politik dalam mendongkrak ambisinya.

"Apalagi jika ternyata PSI tidak mampu membangun basis politik yang mandiri," pungkas Efriza.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya