Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. (Foto: Dok. Setkab RI)

Politik

Diplomasi Dagang Prabowo di AS Perkuat Pengembangan Kopdes Merah Putih

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 20:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump berpeluang memperkuat pengembangan perekonomian nasional.

Indonesia diketahui memperoleh penurunan tarif ekspor dari potensi 32 persen menjadi 19 persen, serta fasilitas tarif 0 persen untuk komoditas strategis seperti minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen elektronik.

"Capaian diplomasi dagang Presiden Prabowo akan memberikan dampak nyata pada pengembangan Koperasi Merah Putih. Dan secara langsung menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor rill Indonesia," ujar Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 22 Februari 2026.


Menurutnya, kesepakatan dagang di tengah turbulensi geopolitik menjadi bukti kepiawaian Presiden Prabowo dalam penerapan politik bebas aktif Indonesia di antara pemimpin negara-negara maju.

"Di samping potensi pasar kedua negara yang sama-sama menjanjikan di antara negara-negara G20, capaian positif ini didukung kesepahaman dan visi pembangunan ekonomi sekaligus agenda mewujudkan perdamaian dunia dari pemimpin kedua negara," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Sultan mendorong pemerintah daerah segera merespons capaian positif diplomasi dagang ini dengan menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas perkebunan unggulan di masing-masing daerah.

Pemda, kata dia, harus proaktif menyambut kado diplomatik dagang presiden dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih.

"Dalam konteks persaingan global, selisih tarif yang timpang tersebut sangat menentukan daya saing harga di pasar utama global," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya