Berita

Ppria Afghanistan mencari korban setelah serangan udara Pakistan menghantam daerah pemukiman di desa Girdi Kas, provinsi Nangarhar pada Minggu, 22 Februari 2026 (Foto: AFP)

Dunia

Pakistan Luncurkan Serangan Lintas Batas ke Afghanistan, 25 Sipil Tewas

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan di kawasan Asia Selatan kembali memanas setelah Pakistan meluncurkan serangan lintas batas ke wilayah Afghanistan.

Islamabad menyebut operasi itu sebagai langkah presisi terhadap kamp militan, namun Kabul menuding sedikitnya 25 warga sipil tewas akibat gempuran udara tersebut.

Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan telah melakukan serangan terhadap kelompok bersenjata yang dituding berada di balik rentetan bom bunuh diri di dalam negeri. 


Serangan tersebut, termasuk ledakan di sebuah Imam Bargah di Islamabad serta insiden di Bajaur dan Bannu selama Ramadan, disebut dilakukan oleh “Khwarij fighters” yang beroperasi di bawah arahan pimpinan berbasis di Afghanistan.

Islamabad menegaskan bahwa tanggung jawab atas aksi-aksi itu diklaim oleh faksi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dalam pernyataan disebut sebagai “Fitna al Khwarij (FAK)”, serta oleh Islamic State-Khorasan Province (ISIS-K). 

"Pakistan, sebagai respons pembalasan, telah melakukan penargetan selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari FAK dan afiliasinya serta ISKP di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan dengan presisi dan akurasi yang tinggi," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Minggu, 22 Februari 2026. 

Pemerintah Pakistan juga mengaku telah berulang kali meminta otoritas Taliban Afghanistan mengambil langkah tegas agar wilayahnya tidak digunakan untuk melancarkan serangan ke Pakistan.

Namun versi berbeda datang dari Kabul. Otoritas Afghanistan menuduh serangan tersebut menghantam kawasan permukiman di Provinsi Nangarhar bagian timur dan menewaskan sedikitnya 25 warga sipil. 

Juru bicara kepolisian Nangarhar, Sayed Tayyeb Hammad, menyatakan serangan menyasar rumah warga dan menyebabkan korban sipil. 

Sementara Kementerian Pertahanan Afghanistan mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran wilayah udara dan hukum internasional serta memperingatkan serangan balasan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya