Berita

Representative Image (Foto: Gulf Today)

Dunia

Serbia dan Swedia Minta Warganya Tinggalkan Iran Buntut Ancaman Trump

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Serbia dan Sweden mengimbau warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. 

Seruan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam aksi militer terkait program nuklir Republik Islam yang kembali menjadi sorotan global.

Negara Balkan itu sebenarnya telah lebih dulu, sejak pertengahan Januari, mengimbau warga Serbia untuk meninggalkan Iran dan tidak melakukan perjalanan ke sana. 


Langkah tersebut diambil ketika otoritas Iran dilaporkan melancarkan penindakan keras terhadap aksi protes yang mengguncang stabilitas dalam negeri.

“Karena situasi keamanan yang memburuk, warga negara Republik Serbia tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Iran dalam periode mendatang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Serbia, seperti dikutip dari AFP, Minggu, 22 Februari 2026. 

“Semua orang yang berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin," tambahnya. 

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, juga menyampaikan imbauan keras melalui platform X. 

"Seruan keras kepada warga Swedia yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu," tulisnya. 

Di tengah meningkatnya kekhawatiran tersebut, Iran pada Jumat, 20 Februari 2026 menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya, yang telah lama menjadi sumber perselisihan antara kedua negara.

Namun Trump, setelah memerintahkan pengerahan besar kekuatan angkatan laut AS ke Timur Tengah guna menekan Teheran. Dalam beberapa pernyataan, ia mengaku sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas jika negosiasi tidak menghasilkan hasil.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya