Berita

Mantan Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Erwin Setiawan. (Foto: Istimewa)

Presisi

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 23:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Posisi perwira menengah (pamen) sebagai Plh Kapolres Bima Kota kembali berganti setelah sepekan. Saat ini, Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda NTB AKBP Hariyanto ditunjuk menduduki jabatan Plh (Pelaksana Harian) Kapolres tersebut.

Pengumuman penunjukan AKBP Hariyanto ini turut diumumkan secara terbuka melalui akun resmi Instagram @polres_bimakota, dengan memasang foto AKBP Hariyanto disertakan ucapan selamat atas posisi barunya.

“Semoga senantiasa diberikan keberkahan, kelancaran, serta kesuksesan dalam mengemban amanah dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara di wilayah hukum Polres Bima Kota,” tulis akun tersebut, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.


Pergantian pamen dalam jabatan Plh Kapolres Bima Kota sempat menyita perhatian. Sebab, sebelumnya, AKBP Catur Erwin Setiawan yang ditunjuk sebagai Plh. Namun, dia mendapat kritik karena kasus riwayat penyalahgunaan narkoba.

Saat masih menjabat Kasatres Narkoba Polres Ternate dengan pangkat AKP, Catur dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu lewat tes urine pada 4 Mei 2017.

Kabid Humas Polda NTB Kombes, Mohammad Kholid mengatakan, penunjukan AKBP Hariyanto adalah hal yang normal dan sesuai dari hasil evaluasi mingguan.

"Mengisi kekosongan sambil menunggu Kapolres dari Mabes. Memang setiap tujuh hari sprint (penugasan) dievaluasi," kata Kholid.

Sementara itu, Catur ditarik kembali lantaran dibutuhkan dalam jabatannya selaku Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB. 

"Pak catur di jabatan Kasubdit Jatanras dibutuhkan untuk penanganan kasus. Sehingga digantikan AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob," kata Kholid.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya