Berita

Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman pimpin konferensi pers kasus pembunuhan berencana yang terjadi terhadap Sri Wulandari. (Foto: RMOLSumsel/Istimewa)

Presisi

Kasus Mayat Perempuan di Muara Enim Terungkap, Pelaku Terancam Hukuman Mati

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 06:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kasus pembunuhan berencana terhadap Sri Wulandari yang terjadi di Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim, akhirnya terungkap. Polisi memastikan motif pembunuhan diduga dipicu persoalan hutang piutang dan keinginan pelaku menguasai sepeda motor milik korban.

Hal tersebut disampaikan Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman SH dalam konferensi pers di Mapolres Muara Enim, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim AKP M Andrian, Kasi Humas AKP RTM Situmorang, Kanit Reskrim Polsek Lembak, Kanit I Sat Reskrim, serta personel Sat Reskrim.

Toni menjelaskan, pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B-08/I/2026/Polsek Lembak/Polres Muara Enim/Polda Sumsel tertanggal 27 Januari 2026.


Kasus bermula dari penemuan sesosok mayat perempuan pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Jasad korban ditemukan oleh seorang warga yang tengah menyadap karet di kawasan semak belukar Desa Gaung Asam.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan tertutup daun serta ranting kayu,” ujar Toni dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat 20 Februari 2026.

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Lembak bersama Satreskrim Polres Muara Enim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi. Korban diketahui bernama Sri Wulandari binti Umaryadi.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku berinisial A (37). Berdasarkan pengakuannya, pembunuhan terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi semak belukar tersebut.

Tersangka mengajak korban pergi menggunakan sepeda motor Honda Beat milik korban dengan alasan mengantar terpal. Setibanya di lokasi sepi, tersangka membawa motor masuk ke kawasan hutan sejauh kurang lebih 100 meter.

Di tempat tersebut, tersangka mencekik korban hingga lemas, kemudian melilitkan jilbab korban ke lehernya untuk memastikan korban meninggal dunia. Setelah itu, jasad korban ditarik beberapa meter dan ditutup dengan daun serta ranting kayu untuk menghilangkan jejak.

Usai melakukan aksinya, tersangka membawa kabur sepeda motor dan sejumlah barang milik korban untuk dijual.

“Motif pembunuhan diduga karena persoalan hutang piutang serta keinginan tersangka untuk menguasai sepeda motor milik korban,” jelas Wakapolres.

Dalam perkara ini, penyidik menetapkan dua tersangka, yakni A (37) sebagai pelaku utama pembunuhan dan M yang membantu menjual sepeda motor hasil kejahatan.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat BG 6863 AEF, satu helai jilbab warna krem, satu pasang sandal coklat, satu helai celana panjang hitam, satu helai kaos abu-abu, dan satu helm warna hitam.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya