Berita

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim. (Foto: RMOLJatim)

Politik

Legislator Gerindra Jatim Desak Pusat Atasi Kemacetan Horor Suramadu

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 03:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kemacetan horor yang mengepung Jembatan Suramadu dalam beberapa hari terakhir memicu reaksi keras dari Gedung Indrapura. DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah pusat untuk berhenti "setengah hati" dalam mengelola infrastruktur vital penghubung Pulau Jawa dan Madura tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim, mengungkapkan kegusarannya setelah merasakan langsung terjebak macet saat melintasi jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu. 

Legislator Gerindra ini menyebut kemacetan dipicu oleh perbaikan darurat pada komponen besi di bentang tengah jembatan yang mengalami kerusakan atau kelonggaran.


"Saya sendiri merasakan langsung. Ada bagian komponen besi di bentangan tengah yang longgar sehingga petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional harus turun tangan. Ini serius," tegas Abdul Halim dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis malam, 19 Februari 2026.

Pasca-pembubaran Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS), tongkat estafet perawatan Suramadu kini sepenuhnya berada di bawah kendali Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Namun, Halim menilai kinerja kedua kementerian tersebut masih jauh dari kata memuaskan.

Ia menyoroti berbagai masalah klasik yang tak kunjung tuntas, mulai dari hilangnya baut jembatan hingga lampu penerangan yang sering mati.

"Sebagai wakil masyarakat Madura, saya mendesak Kementerian Perhubungan dan PUPR untuk benar-benar serius dalam perawatan dan penganggaran. Jangan sampai ada kesan pembiaran," cetusnya.

Bagi Halim, Suramadu bukan sekadar jembatan beton dan besi, melainkan urat nadi ekonomi yang menopang kehidupan jutaan warga di dua wilayah. Kerusakan sekecil apa pun di jembatan ini berdampak langsung pada distribusi logistik dan mobilitas warga.

Ia mewanti-wanti agar pemerintah pusat tidak menunggu jatuhnya korban jiwa baru bergerak melakukan perbaikan menyeluruh.

"Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan yang bisa menimbulkan korban jiwa. Jembatan ini vital! Perawatan rutin dan pengawasan ketat harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar proyek tambal sulam," tandasnya.
                    

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya