Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Akui Masalah Tata Kelola dan Kartel Masih Hantui Ekonomi RI

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto mengakui persoalan tata kelola, korupsi, hingga praktik kartel ilegal masih menjadi bayang-bayang serius bagi perekonomian Indonesia. 

Pengakuan tersebut disampaikannya secara terbuka dalam forum Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu waktu setempat, 18 Februari 2026.

Di hadapan pebisnis AS, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tidak menutup mata terhadap berbagai kelemahan struktural yang selama ini menggerogoti sendi-sendi ekonomi nasional. 


Ia memilih mengungkap masalah tersebut sebagai bagian dari komitmen pembenahan menyeluruh.

“Kami menghitung kerugian akibat tata kelola yang lemah dan salah urus ekonomi ini sangatlah besar. Ini adalah masalah lama, tetapi saya memilih untuk menghadapi masalah ini secara langsung," tegasnya. 

Menurut Prabowo, praktik ekonomi ilegal dan kartel telah menyebabkan kebocoran besar terhadap penerimaan negara. 

Kepala Negara berkomitmen untuk tidak membiarkan kedaulatan ekonomi Indonesia tunduk pada kepentingan kelompok-kelompok yang merugikan rakyat.

“Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal yang terus menyebabkan hilangnya pendapatan negara yang seharusnya menjadi hak pemerintah dan rakyat Indonesia," kata dia. 

Sebagai langkah konkret, Prabowo mengungkapkan pemerintahannya telah melakukan efisiensi anggaran secara signifikan dalam beberapa bulan pertama masa kepemimpinannya. 

Penghematan tersebut berasal dari pemangkasan inefisiensi dan penghentian proyek yang tidak produktif.

“Saya rasa saya adalah salah satu dari sedikit Presiden Indonesia yang dalam tiga bulan pertama pemerintahannya berhasil menghemat 18 miliar dolar AS secara tunai," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya