Berita

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Kemenlu Didesak Klarifikasi soal Dugaan WNI Jadi Pasukan Pertahanan Israel

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus mengklarifikasi soal viralnya informasi di media sosial terkait dugaan bergabungnya Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, DPR akan mempertanyakan langsung status kewarganegaraan yang bersangkutan kepada pemerintah. 

"Kalau emang misalkan itu warga negara Indonesia, statusnya harus jelas. Kalau masih warga negara Indonesia kan ada statutanya yang harus diikuti dan ketegasan dari Kemenlu ini harus segera dipertanyakan," ujar Cucun di Kompleks Parlemen, Kamis 19 Februari 2026. 


Isu ini mencuat setelah unggahan di media sosial X pada Minggu 15 Februari 2026 yang menyebut adanya seorang WNI yang menjadi tentara Israel. Unggahan tersebut turut melampirkan tangkapan layar dokumen berbahasa Ibrani yang disebut berasal dari data Pasukan Pertahanan Israel.

Data tersebut diklaim diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi yang diajukan kepada IDF oleh pengacara Elad Man dari LSM Hatzlacha. Dokumen itu memuat jumlah anggota tentara Israel berkewarganegaraan ganda per Maret 2025, termasuk satu orang yang disebut berasal dari Indonesia.

Menanggapi hal itu, Cucun menekankan pentingnya penelusuran administratif lintas kementerian untuk memastikan kebenaran status kewarganegaraan. 

Ia menyebut DPR juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). 

"Kemudian juga sama di internal juga Kemendagri, Disdukcapil, betul nggak itu masih statusnya warga negara Indonesia," kata Cucun.

Cucun menekankan bahwa isu ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut dimensi internasional dan posisi diplomasi Indonesia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya