Berita

Ketua Umum KAKI, Arifin Nur Cahyo, dalam forum Demokrasi (ketiga dari kiri). (Foto: Istimewa)

Politik

KAKI:

Buzzer dan Industri Propaganda Ancam Penanganan Korupsi

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 19:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menyoroti serius masuknya praktik buzzer dan industri propaganda digital ke dalam proses penegakan hukum. Fenomena ini dinilai berpotensi mengganggu penanganan sejumlah kasus korupsi besar di Tanah Air.

Demikian disampaikan Ketua Umum KAKI, Arifin Nur Cahyo, dalam forum Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Waspada Berita Hoax di Media Sosial: Cerdas Menjalin Informasi" yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

Dalam paparannya, Arifin menilai pola penyebaran narasi secara masif dan acak di media sosial kerap kali tidak netral. Narasi itu, menurutnya, diarahkan untuk melindungi kepentingan tertentu, termasuk dalam perkara yang berdampak pada kerugian negara.


Ia mengaku telah mengikuti perkembangan media sosial dan ekonomi digital selama 12 tahun terakhir. Menurutnya, transformasi ekosistem digital kini telah menjelma menjadi industri yang sepenuhnya transaksional mulai dari iklan, kampanye politik, hingga pembentukan opini publik dan kini merambah wilayah penegakan hukum.

"Buzzer-buzzer ini sudah memasuki ranah penegakan hukum. Ini sebenarnya yang kita konsen," ujarnya.

Arifin kemudian menyinggung kasus dugaan korupsi yang melibatkan Pertamina dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo/Komdigi) yang dinilainya memiliki kompleksitas tinggi. 

Ia menekankan bahwa praktik korupsi kerap terselubung dalam skema bisnis yang secara hitung-hitungan tampak wajar, tetapi berpotensi menciptakan ketergantungan negara pada pihak tertentu.

"Korupsi pasti bungkusnya ya bisnis. Kalau kita pikir itu ada keuntungan, belum tentu selama ini negara tidak tergantungan," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya