Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

ULN Indonesia Meningkat, Sektor Swasta Justru Turun

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat mencapai 431,7 miliar Dolar AS, meningkat dibandingkan posisi triwulan III 2025 yang sebesar 427,6 miliar Dolar AS. 

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari bertambahnya ULN sektor publik, khususnya pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa meskipun nominal ULN meningkat, komposisinya tetap terjaga dengan baik. 


Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 29,9 persen dan didominasi oleh utang berjangka panjang.

“Hal ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ULN,” ujar Ramdan dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 214,3 miliar Dolar AS, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 210,1 miliar Dolar AS. Pemerintah, kata dia, memastikan penarikan utang dilakukan secara terukur untuk mendukung agenda prioritas nasional.

“Pemanfaatan ULN diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional,” katanya.

Sementara itu, ULN sektor swasta justru mengalami penurunan menjadi USD192,8 miliar dari sebelumnya 194,5 miliar Dolar AS pada triwulan III 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya utang perusahaan non-keuangan.

Bank Indonesia bersama pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mempererat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, agar tetap menjadi instrumen pendukung pembangunan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya