Berita

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (Foto: Istimewa)

Publika

Zulhas Tak Laku Jadi Cawapres 2029

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 13:29 WIB

SOAL manuver, Zulkifli Hasan alias Zulhas jagonya. Urusan pilpres, Zulhas selalu terdepan. Nama Zulhas atau kader PAN paling awal ditawarkan.

Selama ini, tawaran nama dari Zulhas hampir semua tak laku. Alias nihil. Kenapa? Mari kita bedah.

Pertama, PAN itu identik dengan Muhammadiyah. Menggandeng kader Muhammadiyah mendorong lawan untuk ambil tokoh Nahdlatul Ulama (NU). 


Jumlah pemilih NU jauh lebih besar dan preferensi psikologisnya lebih kuat. Karena itu, capres, siapa pun dia, akan berhitung ribuan kali untuk menggandeng kader PAN.

Suka tidak suka, inilah fakta politiknya. Butuh waktu untuk mengubah cara berpikir pemilih. 

Karena politik, urusannya adalah kemenangan dan bagaimana cara menang. Karena itu, suara mayoritas akan jadi prioritas.

Kedua, PAN bukan partai besar. Capres akan lebih memilih tokoh yang disupport oleh partai besar. Golkar misalnya, jauh lebih potensial.

Memang, kompetisi pilpres adalah kompetisi tokoh. Tokoh yang punya elektabilitas tinggi potensial untuk didorong maju, baik sebagai capres maupun cawapres. 

Inilah persoalan ketiga, bahwa Zulhas bukan tokoh yang mudah dijual. Jejakmya selalu dikait-kaitkan dengan kasus di Kementerian Kehutanan. 

Ini telah menjadi memori publik yang sulit di-recovery. Ini problem yang cukup resisten. Meski, kasus ini belum tentu terbukti kebenarannya. 

Sebab, bukti itu adanya di pengadilan. Sementara politik, itu urusan persepsi.

Cari pasangan di pilpres bukan soal kedekatan dan kesetiaan. Zulhas dan PAN mungkin adalah pihak yang setia terhadap Prabowo. 

Tapi, kesetiaan tidak memiliki hubungan rasionalitas terhadap elektabilitas.

Anyway, bicara pasangan pilpres bagi partai saat ini adalah sesuatu yang tabu. Pilpres masih tiga tahun lagi. 

Partai, khususnya yang masuk koalisi, lebih elok kalau bicara program untuk rakyat. Belum waktunya masuk dalam diskursus kontestasi. 

Ora elok. Gak bagus. Biarlah ini urusan para pengamat dan analis politik.

Betul kata Hasto Kristiyanto, sekjen PDIP: pemilu masih lama. Fokus saja pada urusan rakyat. 

Hasto menjadi terlihat cerdas dan sangat kritis sejak menjadi oposisi. Tentu, berbeda ketika Hasto masih dalam koalisi. 

Hasto adalah representasi dari umumnya para politisi. Kritis saat jadi oposisi. Akan jadi "musisi" ketika masuk dalam koalisi.

Komentar Hasto menjadi warning buat PAN. Gak elok bicara capres-cawapres hari ini. 

Kecuali, jika manuver PAN ini memang dimaksudkan untuk menunjukan kesetiaannya kepada Prabowo. 

Kalau itu maksudnya, maka publik akan menilai PAN berlebihan dalam menjilat penguasa. 

Jika pemerintahan Prabowo kedepan mulus, dan Prabowo berkesempatan untuk nyapres 2029, siapa yang akan dipilih Prabowo sebagai cawapres? 

Masihkan Prabowo akan tetap berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka? Atau justru Prabowo gandeng tokoh lain dan Gibran jadi rivalnya?

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya