Bonte Cari Pahala: Pelayanan Kesehatan Tradisional Gratis dan Edukasi Hukum untuk Warga Cileungsi (Foto: istimewa)
Program sosial bertajuk Bonte Cari Pahala Sabang Merauke sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan tradisional di kawasan Cileungsi, Bogor.
Fokus utama program ini adalah memberikan akses pengobatan gratis serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 12-14 Februari 2026, ini bertempat di pelataran Masjid Besar Al-Manshurunal Muqorrobun. Warga dapat memanfaatkan berbagai layanan terapi tradisional untuk menangani keluhan fisik maupun psikis tanpa dipungut biaya.
Program ini digagas oleh Chandra Wahyu sebagai bentuk kontribusi sosial dalam meningkatkan kepedulian kesehatan dan literasi hukum masyarakat menuju visi Indonesia Emas. Antusiasme masyarakat Cileungsi terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan.
Selama tiga hari, panitia menghadirkan beberapa agenda utama, antara lain pelatihan teknik Bonte Treatment bagi 30 peserta yang terdiri dari santri dan warga setempat.
Kemudian layanan pengobatan tradisional gratis, termasuk penanganan saraf terjepit (HNP), pascastroke, dan cedera olahraga. Lalu pijat tradisional untuk mengatasi nyeri sendi dan gangguan tulang belakang.
Disediakan uga layanan kesehatan holistik, seperti akupunktur dan hipnoterapi. Ada pula konsultasi dan pendampingan hukum gratis, khususnya terkait perlindungan hukum dasar dan persoalan utang-piutang.
Pada hari terakhir, para peserta pelatihan diterjunkan langsung untuk membantu menangani keluhan masyarakat di bawah pengawasan tim dan pendampingan langsung dari Chandra Wahyu.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan.
“Alhamdulillah, sambutan warga sangat luar biasa. Konsepnya kami buat merakyat dengan menyediakan tenda layanan yang nyaman agar masyarakat tidak merasa sungkan untuk datang dan berkonsultasi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya siap menghadapi persoalan kesehatan secara mandiri. Melalui pelatihan yang diberikan, ia berharap para peserta mampu mengaplikasikan ilmunya untuk membantu sesama di lingkungan masing-masing serta membangun kemandirian kesehatan di tingkat komunitas.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan moral dari sejumlah figur publik yang hadir di lokasi, di antaranya Arya Saloka, Indah Sari, Kirey, dan Vista Putri.
Secara keseluruhan, “Bonte Cari Pahala” tidak hanya menjadi ajang pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan edukasi hukum yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.