Berita

Jeffrey Epstein (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 60 Minutes Australia)

Dunia

Fakta Terbaru Epstein: Diduga Lobi Putin dan Rekrut Perempuan Rusia

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berkas terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pernah berupaya menjalin hubungan dengan elit politik Rusia dan berulang kali mencoba mengatur pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. 

Dikutip dari France24, Rabu 18 Februari 2026, dokumen yang dirilis memperlihatkan email sejak 2014 di mana Epstein “ngotot” ingin bertemu Putin, bahkan menawarkan proyek mata uang digital sebagai pintu masuk ke lingkaran Kremlin. Meski begitu, tidak ada bukti bahwa pertemuan tersebut benar-benar terjadi. Kremlin sendiri menepis isu ini dengan nada bercanda.

Berkas tersebut juga menunjukkan Epstein beberapa kali bepergian ke Rusia, termasuk mengajukan visa bisnis pada 2018 saat Piala Dunia digelar. Ia tercatat berencana menonton pertandingan di St. Petersburg dan Nizhny Novgorod, serta memiliki foto-foto lama di Moskow. 


Yang paling menggemparkan, dokumen internal memperlihatkan jaringan Epstein secara aktif merekrut perempuan muda Rusia melalui agen model dan pencari bakat, dengan usia muda dan penampilan fisik dijadikan “daya tarik”. Email-email itu juga mengungkap bagaimana jaringan Epstein memanfaatkan keinginan para perempuan tersebut untuk pindah ke Amerika, termasuk kerentanan status imigrasi mereka.

Selain itu, Epstein tercatat menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat dan diplomat Rusia, membantu melobi tokoh bisnis Amerika, hingga mengatur program magang di New York untuk anak seorang diplomat Moskow. Semua ini terjadi bertahun-tahun setelah ia divonis pada 2008 dalam kasus prostitusi anak di bawah umur. 

Fakta-fakta baru ini kembali menyoroti bagaimana Epstein, meski sudah dikenal sebagai predator seksual, masih mampu bergerak lintas negara dan membangun jejaring politik tingkat tinggi, memperkuat dugaan bahwa skandal Epstein bukan sekadar soal kejahatan seksual, tetapi juga soal uang, pengaruh, dan akses ke elite global.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Bebas Aktif Tapi di Bawah Komando Trump

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:50

Prabowo Mirip Soeharto Tidak Mau Dispekulasikan Publik

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:28

Belasan Siswa SMK Cedera Akibat Panggung Acara Perpisahan Ambruk

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:58

Modeling Budidaya Lobster di Batam Penuhi Kebutuhan Imlek

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:42

Polisi Lakukan Ekshumasi Selidiki Kematian Santri di Wonogiri

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:21

Sate Maranggi Mbah Goen Hadirkan Sentuhan Budaya Sunda dan Wisata Alam

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:58

Green Jobs Class Solusi Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:36

TNI Gercep Atasi Sedimentasi di Perairan Aceh Tamiang

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:19

Legislator PKB Minta Pemprov Hati-hati Terapkan Opsen Pajak Kendaraan

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:59

Puluhan Warga Keracunan di Purworejo Tidak Terkait MBG

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:33

Selengkapnya