Berita

Sate Maranggi Kawung Tilu Mbah Goen. (Foto: Dok. Manajemen Mbah Goen)

Nusantara

Sate Maranggi Mbah Goen Hadirkan Sentuhan Budaya Sunda dan Wisata Alam

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 03:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aroma daging yang dibakar perlahan tercium sejak memasuki kawasan Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. 

Alunan musik Sunda mengalir lembut di antara pepohonan jati yang menjulang, menciptakan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kawasan industri di sekitarnya.

Di tempat inilah Sate Maranggi Mbah Goen hadir menawarkan pengalaman bersantap yang bukan sekadar soal rasa, melainkan juga tentang suasana.


Pengunjung yang datang tak langsung duduk makan. Banyak yang berhenti sejenak di gerbang berornamen khas Sunda, mengabadikan momen sebelum melangkah lebih jauh ke dalam kawasan. 

Jalan setapak membawa mereka menuju deretan saung kayu yang tersebar di bawah rindangnya pepohonan.

Putri Sukma (23), warga Tambun, tampak menikmati suasana bersama keluarganya. Ia mengaku penasaran setelah melihat tempat ini di media sosial.

“Awalnya tahu dari TikTok. Pas sampai, ternyata suasananya benar-benar beda. Adem, tenang, kayak bukan di Cikarang,” kata Putri dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Selasa, 17 Februari 2026.

Bagi dia, perjalanan yang ditempuh terasa terbayar. Jalan menuju lokasi dinilai bersih dan rapi, sementara area makan tertata sederhana namun nyaman.

Di atas meja kayu, seporsi sate maranggi tersaji dengan sambal dan lalapan. Asap tipis masih mengepul, bercampur aroma khas bumbu yang meresap hingga ke serat daging. Tak jauh berbeda dengan cita rasa sate maranggi di daerah asalnya, namun sensasi makan di tengah alam memberi pengalaman baru.

Selain sate maranggi, pengunjung juga memesan sop iga hangat, ikan bakar, hingga aneka sayur khas Sunda. Menu yang akrab di lidah terasa lebih istimewa ketika dinikmati sambil memandang hamparan pohon jati.

Pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, mengatakan bahwa konsep yang diusung memang menggabungkan kuliner dan wisata alam. Lokasi ini merupakan pengembangan dari usaha yang telah berjalan sebelumnya di kawasan Rest Area Mbah Goen.

“Kami ingin orang datang bukan hanya makan, tapi juga merasakan suasana. Di sini bisa santai, kumpul keluarga, sekaligus menikmati alam,” ujarnya.

Lebih dari sekadar tempat makan, keberadaan usaha ini juga melibatkan warga sekitar. Banyak pekerjanya merupakan masyarakat kampung setempat, mulai dari ibu rumah tangga hingga pemuda desa.

“Harapannya bisa ikut menggerakkan ekonomi warga. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk usaha kami, tapi juga lingkungan sekitar,” tambah Hijaz.

Di antara saung-saung yang mampu menampung ratusan pengunjung, terlihat anak-anak bermain di area playground, sementara sebagian lainnya berjalan santai menikmati udara segar. Ada pula yang datang hanya untuk berfoto tanpa memesan makanan, karena kawasan ini memang terbuka tanpa tiket masuk.

Harga menu yang relatif terjangkau, mulai dari ribuan rupiah per tusuk sate hingga puluhan ribu rupiah untuk hidangan utama ?" membuat tempat ini cepat dikenal sebagai destinasi ramah keluarga.

Menjelang sore, cahaya matahari menyelinap di sela batang jati, menciptakan bayangan panjang di tanah. Pengunjung masih berdatangan, duduk bersila di saung, berbincang, dan menikmati makanan hangat.

Di tengah kawasan yang identik dengan pabrik dan lalu lintas padat, kehadiran Sate Maranggi Mbah Goen di Kawung Tilu menghadirkan alternatif ruang untuk memperlambat waktu, menikmati rasa, dan sejenak merasakan nuansa pedesaan tanpa harus pergi jauh dari kota.


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Bebas Aktif Tapi di Bawah Komando Trump

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:50

Prabowo Mirip Soeharto Tidak Mau Dispekulasikan Publik

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:28

Belasan Siswa SMK Cedera Akibat Panggung Acara Perpisahan Ambruk

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:58

Modeling Budidaya Lobster di Batam Penuhi Kebutuhan Imlek

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:42

Polisi Lakukan Ekshumasi Selidiki Kematian Santri di Wonogiri

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:21

Sate Maranggi Mbah Goen Hadirkan Sentuhan Budaya Sunda dan Wisata Alam

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:58

Green Jobs Class Solusi Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:36

TNI Gercep Atasi Sedimentasi di Perairan Aceh Tamiang

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:19

Legislator PKB Minta Pemprov Hati-hati Terapkan Opsen Pajak Kendaraan

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:59

Puluhan Warga Keracunan di Purworejo Tidak Terkait MBG

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:33

Selengkapnya