Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik Tipis Terdampak Musim Liburan

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia menguat sekitar 1 persen menjelang putaran baru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh sepinya aktivitas perdagangan di tengah musim liburan.

Dikutip dari Reuters, Selasa 16 Februari 2026, pada penutupan perdagangan Senin, harga minyak Brent naik 1,33 persen ke level 68,65 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,37 persen menjadi 63,75 Dolar AS per barel.

Analis PVM, Tamas Varga, mengatakan pasar masih diliputi kekhawatiran soal potensi gangguan pasokan akibat ketegangan AS-Iran. Situasi ini ikut menopang harga minyak. Selain itu, menjelang libur Tahun Baru Imlek di sejumlah negara Asia, volume transaksi juga cenderung menurun.


Pekan lalu, kedua harga acuan sempat melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran dalam waktu sekitar satu bulan. Meski begitu, putaran kedua perundingan tetap dijadwalkan berlangsung pekan ini, dengan fokus utama pada program nuklir Iran.

Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran juga bertemu dengan pimpinan International Atomic Energy Agency. Seorang diplomat Iran menyebut negaranya menginginkan kesepakatan ekonomi yang lebih luas, termasuk investasi di sektor energi dan pertambangan, serta pembelian pesawat. Namun dari pihak AS, juga muncul sinyal bahwa opsi tekanan militer tetap terbuka jika negosiasi gagal.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak masih tertahan oleh rencana OPEC+ yang cenderung melanjutkan peningkatan produksi mulai April, setelah sebelumnya sempat dihentikan selama tiga bulan. Para analis memperkirakan, jika ketegangan geopolitik meningkat, harga Brent berpotensi menembus 80 Dolar AS per barel. Sebaliknya, jika situasi mereda, harga bisa kembali turun ke kisaran 60 Dolar AS.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari kuatnya impor minyak mentah oleh China serta beberapa gangguan ekspor global. Data pelacakan kapal menunjukkan impor minyak dari Rusia ke China berpeluang mencetak rekor baru pada Februari, setelah India mengurangi pembelian akibat tekanan dari AS.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

UPDATE

Sarjan Didakwa Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Rp11,4 Miliar

Senin, 09 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Sadar Masih Ada Unsur Pimpinan yang Mengecewakan

Senin, 09 Maret 2026 | 20:02

Sarjan Didakwa Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Rp11,4 Miliar

Senin, 09 Maret 2026 | 19:42

Mitra SPPG Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejagung

Senin, 09 Maret 2026 | 19:31

PDIP Persoalkan Status TNI Siaga I Diumbar ke Publik

Senin, 09 Maret 2026 | 18:53

Rupiah Ditutup Lesu Usai Jebol Rp17.000, Ini Biang Keroknya

Senin, 09 Maret 2026 | 18:38

Mojtaba Khamenei Langsung Komandoi Gelombang ke-30 Serangan Militer ke Israel-AS

Senin, 09 Maret 2026 | 18:11

Ahmad Najib Gelar PANsar Ramadan di Kabupaten Bandung

Senin, 09 Maret 2026 | 17:56

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Diminati Investor

Senin, 09 Maret 2026 | 17:40

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Bailey hingga Armco di Aceh

Senin, 09 Maret 2026 | 17:24

Selengkapnya