Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Sambut Imlek, Bursa China Tutup Sepekan

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham China akan libur penuh selama perayaan Tahun Baru Imlek 2026. 

Berdasarkan kalender resmi bursa, perdagangan di pasar daratan dihentikan mulai Senin, 16 Februari hingga Senin, 23 Februari 2026.

Dengan demikan, investor tidak bisa melakukan transaksi saham, obligasi, maupun derivatif hingga bursa dibuka kembali pada Selasa, 24 Februari 2026 mendatang.


Dikutip dari The Economic Times, Selasa 17 Februari 2026, penutupan ini berlaku untuk dua bursa utama di China, yakni Shanghai Stock Exchange dan Shenzhen Stock Exchange. Libur panjang ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun karena bertepatan dengan Festival Musim Semi.

Saat pasar daratan tutup, perhatian investor global biasanya beralih ke Hong Kong. Namun, Hong Kong Exchanges and Clearing juga tidak beroperasi normal. Bursa Hong Kong hanya buka setengah hari pada 16 Februari, lalu tutup total pada 17-19 Februari, dan kembali normal pada 20 Februari 2026. 

Jadwal yang pendek ini berpotensi membuat pergerakan harga lebih fluktuatif karena likuiditas menipis.

Dampaknya tidak berhenti di situ. Singapore Exchange juga memberlakukan sesi setengah hari pada 16 Februari serta libur penuh pada 17-18 Februari. Sementara itu, pasar Amerika Serikat (AS) ikut tutup pada Senin karena hari libur nasional, sehingga aktivitas perdagangan global sepanjang pekan tersebut diperkirakan lebih sepi dari biasanya.

Tahun Baru Imlek sendiri jatuh pada 17 Februari 2026. Perayaan ini selalu diiringi libur panjang, arus mudik besar-besaran, serta berhentinya banyak aktivitas bisnis dan pemerintahan di Tiongkok. 

Karena peran Tiongkok sangat besar dalam perdagangan dunia, penutupan pasar sahamnya sering menimbulkan efek domino ke pasar Asia lainnya, termasuk pada komoditas dan nilai tukar.

Analis menilai, menjelang libur biasanya terjadi aksi ambil untung dan penyesuaian posisi investor. Setelah pasar dibuka kembali, kerap muncul lonjakan transaksi akibat “permintaan yang tertahan” selama seminggu. Investor asing yang ingin tetap terpapar aset Tiongkok selama libur umumnya memanfaatkan saham di Hong Kong, ETF luar negeri, atau instrumen derivatif.

Investor disarankan tetap memantau perkembangan global mulai dari geopolitik hingga harga komoditas, sambil menunggu pasar daratan kembali aktif.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya