Berita

Polisi pantau Jalan Rusak di Pasar Kemis, Tangerang. (Foto; RMOLBanten/Istimewa)

Nusantara

Empat Nyawa Melayang Akibat Jalan Rusak di Tangerang

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 02:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kerusakan parah di Jalan Raya Pasar Kemis, Tangerang telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Dalam 13 hari terakhir, empat pengendara sepeda motor tewas yang diduga kuat dipicu kondisi jalan berlubang dan tidak rata.

Para korban terlibat kecelakaan dengan kendaraan bertonase besar, seperti truk molen dan dump truk. Rentetan kecelakaan maut itu terjadi sejak awal Februari 2026 dan menimbulkan keresahan warga.

Insiden pertama terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026. Seorang perempuan berusia 42 tahun tewas setelah terjatuh dari sepeda motor dan terlindas truk molen di depan PT Victory Chingluh. 


Enam hari kemudian, Sabtu, 7 Februari 2026, seorang perempuan lain meninggal di tempat setelah diduga kehilangan kendali akibat jalan rusak dan menabrak dump truk.

Kecelakaan kembali terjadi pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Seorang pria yang belum diketahui identitasnya tewas setelah terlibat tabrakan dengan truk. 

Insiden terbaru berlangsung pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Seorang siswi SMA kelas 12 yang tengah berangkat ke sekolah tewas di lokasi setelah sepeda motornya terlibat kecelakaan dengan truk molen.

Warga setempat mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Herni (35) mengatakan lubang-lubang di Jalan Raya Pasar Kemis telah lama menjadi ancaman.

“Setiap hari orang harus ekstra hati-hati, tapi tetap saja kecelakaan terjadi. Kami sangat cemas, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah,” kata Herni dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Senin malam, 16 Februari 2026.

Hal senada disampaikan Aini (29), pengguna jalan yang bekerja di sekitar lokasi. Ia menyebut kondisi jalan sangat berbahaya, terutama pada malam hari.

“Kalau lewat sini harus pelan-pelan sekali. Lubangnya dalam dan hampir di setiap bagian jalan,” ujarnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya