Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Timah Demi Perkuat Hilirisasi

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah kini sedang mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor timah. Langkah ini menyusul kebijakan serupa pada komoditas bauksit sebagai bagian dari strategi besar memperkokoh struktur industri di tanah air.

Bahlil menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci utama transformasi ekonomi yang tidak hanya mempercepat kedaulatan energi, tetapi juga mendongkrak nilai jual sumber daya alam nasional.

"Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Tahun ke depan, kita akan mengkaji beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi hilirisasi di dalam negeri," ujar Bahlil di Jakarta 16 Febriari 2026. 


Keberhasilan hilirisasi nikel yang dimulai pada periode 2018-2019 menjadi tolok ukur utama. Sebelum pelarangan ekspor bijih nikel, nilai ekspornya hanya berkisar 3,3 miliar Dolar AS. 

Namun, setelah kebijakan hilirisasi diterapkan, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 34 miliar Dolar AS pada  2024.

"Sepuluh kali lipat dalam waktu lima tahun. Inilah dorongan pertumbuhan ekonomi yang merata dan menciptakan lapangan pekerjaan," tambah Bahlil.

Hingga tahun 2040, potensi investasi hilirisasi diproyeksikan menyentuh angka 850 miliar Dolar AS, di mana 90 persen di antaranya berasal dari sektor ESDM. 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 18 proyek hilirisasi senilai Rp 618 triliun telah ditetapkan sebagai prioritas nasional tahun 2026, mencakup sektor nikel, bauksit, gasifikasi batu bara, hingga kilang minyak.

Tujuan utama dari produk-produk hilir ini adalah untuk menekan angka impor dan memperkuat pasar domestik. Bahlil pun mendorong keterlibatan perbankan nasional dalam pembiayaan proyek-proyek strategis ini.

“Semua produknya untuk melahirkan substitusi impor. Ini captive market dalam negeri. Ini kesempatan perbankan untuk membiayai. Jangan sampai tidak dibiayai, nanti dikira nilai tambahnya dikuasai dari luar negeri,” tegasnya. 

Selain fokus pada mineral, hilirisasi juga berjalan selaras dengan agenda swasembada energi. Pemerintah berkomitmen meningkatkan produksi minyak nasional melalui optimalisasi sumur tua dan memberikan teguran keras bagi pengelola wilayah kerja yang belum produktif.

Hingga 2040, program hilirisasi diproyeksikan mendatangkan investasi 618 miliar Dolar AS, dengan kontribusi terbesar dari subsektor mineral dan batu bara sebesar 498,4 miliar Dolar AS serta minyak dan gas 68,3 miliar Dolar AS. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya