Dominasi sepak bola atau tenis sebagai olahraga populer dunia mungkin tidak tergoyahkan. Namun, di celah-celah kebudayaan Inggris, terdapat sebuah disiplin fisik yang menuntut kekuatan murni dari jempol kaki manusia.
Toe Wrestling atau gulat jempol kaki adalah bukti nyata bahwa kompetisi serius dapat lahir dari ide yang paling tidak biasa.
Olahraga ini bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan sebuah ajang kompetitif yang memiliki struktur liga, aturan keselamatan ketat, dan atlet yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi yang terkuat di atas arena.
Artikel ini akan membawa Anda menyelami kedalaman dunia Toe Wrestling secara komprehensif.
Kita akan menelusuri akar sejarahnya yang bermula di sebuah pub kecil di Inggris pada tahun 1970-an, membedah mekanisme teknis pertandingannya yang diawasi badan internasional, hingga melihat bagaimana para juara dunia mempertahankan gelarnya di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Sejarah dan Asal-Usul Toe WrestlingKelahiran Toe Wrestling didasari oleh keinginan yang sangat spesifik dan sedikit ironis, yaitu menciptakan satu cabang olahraga di mana orang Inggris bisa menjamin gelar juara dunia bagi negara mereka sendiri.
Gagasan ini pertama kali dicetuskan pada 1974 oleh sekelompok pengunjung tetap di Ye Olde Royal Oak Inn yang berlokasi di Wetton, Staffordshire, Inggris.
George Burgess, sang pemilik tempat tersebut, bersama rekan-rekannya mencari aktivitas fisik yang belum pernah dikuasai oleh bangsa lain.
Meskipun olahraga ini dirancang dengan tujuan patriotik agar Inggris mendominasi, realitas kompetisi berkata lain pada kejuaraan perdananya di 1976.
Seorang turis berkebangsaan Kanada justru berhasil mengalahkan para pendiri dan keluar sebagai juara pertama, mematahkan ambisi awal penciptaan olahraga ini. Kendati demikian, semangat kompetisi tersebut tidak lantas padam.
Peristiwa itu justru menjadi katalis yang mengubah Toe Wrestling dari sekadar lelucon lokal menjadi tradisi tahunan yang dihormati, menarik minat media internasional dan atlet dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Staffordshire setiap tahunnya.
Peraturan Resmi dan Mekanisme PertandinganDi balik penampilannya yang jenaka, Toe Wrestling dijalankan dengan protokol ketat di bawah pengawasan World Toe Wrestling Organisation (WTWO).
Pertandingan tidak dilakukan di sembarang tempat, melainkan di atas panggung kecil berukuran khusus yang dikenal dengan sebutan "Toedium".
Sebelum seorang atlet diizinkan naik ke atas Toedium, mereka wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan yang rigor.
Seorang tenaga medis atau wasit berkualifikasi akan memeriksa kondisi kaki setiap peserta secara mendetail untuk memastikan tidak adanya tanda-tanda infeksi kulit, luka terbuka, atau kutil.
Langkah ini diambil karena Toe Wrestling adalah olahraga kontak fisik langsung, sehingga kebersihan dan kesehatan kulit menjadi prioritas keselamatan utama yang tidak bisa ditawar.
Mekanisme pertandingan itu sendiri menuntut kombinasi kekuatan fisik dan strategi posisi. Kedua atlet akan duduk berhadapan di lantai dengan kaki telanjang, di mana kaki yang tidak sedang bertanding harus diangkat ke udara dan pantat pemain tidak boleh terangkat dari permukaan lantai sedikitpun selama laga berlangsung.
Format kompetisi menggunakan sistem
best of three atau yang terbaik dari tiga ronde. Ronde pertama selalu dimulai dengan adu kaki kanan, dilanjutkan dengan kaki kiri pada ronde kedua, dan jika kedudukan imbang, ronde penentuan akan kembali menggunakan kaki kanan.
Seorang atlet dinyatakan menang apabila berhasil memaksa sisi kaki lawan menyentuh papan pembatas pinggir di Toedium, sebuah kondisi yang dalam istilah resmi disebut sebagai "Toe Down", dalam batas waktu yang telah ditentukan oleh wasit.
Kejuaraan Dunia dan Pengakuan InternasionalEksistensi olahraga ini dikukuhkan melalui penyelenggaraan World Toe Wrestling Championship yang rutin digelar setiap tahun, sering kali mengambil tempat di Bentley Brook Inn, Derbyshire.
Ajang bergengsi ini telah melahirkan figur-figur legendaris yang namanya terukir dalam sejarah olahraga unik ini. Salah satu nama yang paling disegani adalah Alan "Nasty" Nash, seorang atlet asal Inggris yang mendominasi panggung dunia dengan memenangkan gelar juara sebanyak 17 kali.
Dedikasi Nash terhadap olahraga ini sangat luar biasa, bahkan ia dikenal tetap melanjutkan pertandingan dalam kondisi cedera demi mempertahankan reputasinya sebagai manusia dengan jempol kaki terkuat di dunia.
Status internasional Toe Wrestling sempat diuji ketika panitia penyelenggara mengajukan permohonan resmi agar olahraga ini dimasukkan ke dalam daftar cabang Olimpiade pada 1997.
Sayangnya, permohonan tersebut ditolak oleh Komite Olimpiade Internasional, yang memutuskan bahwa Toe Wrestling belum memenuhi kriteria sebagai olahraga Olimpiade.
Meski demikian, penolakan tersebut tidak serta-merta meredupkan popularitasnya.
Sebaliknya, hal itu justru memperkuat identitas Toe Wrestling sebagai olahraga "underdog" yang memiliki basis penggemar fanatik dan terus tumbuh sebagai simbol keunikan budaya olahraga Inggris yang merayakan sportivitas dalam bentuk yang paling orisinal.