Berita

Gambar dari video yang dibagikan oleh Presiden Trump di Truth Social. @realDonaldTrump (Foto: CBS News)

Dunia

Obama Sindir Video Rasis Trump: Rasa Malu dan Kesopanan Telah Hilang

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 09:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akhirnya angkat bicara terkait video bernada rasis yang dibagikan Presiden Donald Trump di media sosial. 

Video ofensif itu memuat potongan gambar yang menggambarkan Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai kera. Unggahan tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, baik Demokrat maupun Republik. 

Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, Obama menyentil keras kemerosotan etika pejabat publik yang dinilainya kian memprihatinkan.


Dalam wawancaranya dengan podcaster liberal Brian Tyler Cohen yang dirilis Sabtu waktu setempat, 14 Februari 2026, Obama mengakui konten tersebut memang menarik perhatian publik, namun ia menegaskan pentingnya menyadari bahwa mayoritas rakyat Amerika memandang perilaku yang tidak baik. 

"Memang benar bahwa hal itu menarik perhatian. Memang benar bahwa hal itu mengalihkan perhatian. Penting untuk menyadari bahwa mayoritas rakyat Amerika menganggap perilaku ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya, seperti dikutip dari BBC.

Lebih jauh, Obama menilai polarisasi yang dipertontonkan di ruang publik saat ini semakin menjauh dari nilai kepantasan. 

"Ada semacam pertunjukan badut yang terjadi di media sosial dan di televisi," ujarnya.

Menurut Obama, standar moral yang dulu dijaga oleh pejabat publik kini terasa luntur. 

"Dan yang benar adalah tampaknya tidak ada rasa malu tentang hal ini di antara orang-orang yang dulu merasa bahwa Anda harus memiliki semacam kesopanan dan rasa hormat terhadap jabatan, bukan? Itu sudah hilang," ujarnya tanpa menyebut Trump. 

Sementara itu, Trump menolak untuk meminta maaf usai mengunggah video yang menampilkan Obama bersama istrinya yang digambarkan sebagai kera di hutan. 

"Tidak. Saya tidak buat salah," kata Trump dikutip pada Minggu, 8 Febuari 2026.

Menanggapi tudingan rasisme, Trump justru mengklaim dirinya sebagai presiden yang paling tidak rasis sepanjang sejarah kepemimpinan AS.

"Saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama," ujarnya.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dalam Film Pesta Babi

Kamis, 28 Mei 2026 | 00:10

Geopolitik Tembaga: Peran Indonesia dalam AI Supply Chain

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:43

Pakar IPB Ungkap Fakta di Balik Perbedaan Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:17

Athari Gauthi Tebar Sapi Kurban Lewat Jalur Parlemen Daerah

Rabu, 27 Mei 2026 | 22:30

AMPI Gerakkan Solidaritas Pemuda Lewat Penyaluran Kurban Sapi

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:46

PTK Pastikan Operasional Maritim Tetap Jalan Selama Libur Iduladha

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:37

Menlu Sugiono: Kunjungan Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:10

Purbaya Samakan Dirinya dengan Nabi Yusuf: Sama-sama Menteri Keuangan

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:08

Jokowi Ingin Pamer Kekuatan ke Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56

Istana: 1.098 Sapi Kurban Merupakan Bantuan Pemerintah lewat Banpres

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:33

Selengkapnya