Berita

Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Publika

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 06:59 WIB

MAKIN lama kasus ijazah Joko Widodo alias Jokowi tak diselesaikan, maka makin tersudut posisi Jokowi secara politik. 

Cara-cara lama terbukti sudah tak bisa lagi dipakai untuk menyelesaikan kasus ijazah Jokowi ini.

Misalnya, mentersangkakan pihak yang meragukan keaslian ijazah Jokowi, sementara ijazah Jokowi itu sendiri belum dipastikan keasliannya secara transparan. Baru sebatas pengakuan sepihak saja.


Bahkan, dulu lebih parah lagi seperti yang dialami Bambang Tri dan Gus Nur. Tidak hanya ditersangkakan, tapi juga ditangkap dan divonis bersalah tanpa pernah dibuka ijazah itu sendiri.

Terlihat sekali bahwa langkah seperti yang dialami Bambang Tri dan Gus Nur itu, awalnya juga akan diterapkan lagi. Tapi, karena perhatian publik yang besar membuat langkah itu seperti sulit dilakukan.

Serangan terhadap orang yang meragukan ijazah Jokowi itu justru dilakukan masif. Ijazah Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma, juga digugat. Mereka bukan ahli yang benarnya ahli. Mereka juga penuh kepalsuan.

Tapi, itu tak mempan. Publik juga tahu bahwa pihak Roy Suryo bukan orang bersih secara hukum dan politik. Secara politik mereka lawan politiknya Jokowi. Tapi publik tetap mendukung, karena apa yang dilakukan masuk akal dan benar secara fakta.

Justru posisi Jokowi sendiri yang makin terdesak. Dikira akan langsung selesai saat melaporkan ke Polda Metro Jaya, ternyata tidak. Jokowi harus bolak-balik ke Polda Metro Jaya dan terakhir bolak-balik ke Mapolresta Surakarta buat diperiksa.

Diperolehnya legalisir ijazah Jokowi dari KPU oleh Bonatua Silalahi secara dramatis juga makin mendesak Jokowi. Ternyata memang ada masalah. Mungkin karena itu KPU sejak awal tak mau begitu saja menyerahkan legalisir ijazah Jokowi itu.

Masak legalisir ijazah seorang calon presiden bisa lolos tanpa tanggal? Dua kali pula. Kalau sekali masih mendingan. Misalnya, tahun 2019 saja karena tahun 2014 sudah. Tak hanya kinerja KPU yang disorot, tapi juga reputasi sekelas UGM.

Berkas yang sudah diserahkan ke Kejaksaan, juga dikembalikan dan minta didalami ulang. Padahal, klaimnya sudah ratusan barang bukti, ratusan saksi fakta dan puluhan saksi ahli. Wajar tingkat kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi itu terus merosot.

Terbaru, pernyataan tokoh-tokoh sekelas Susno Duadji, termasuk Syahganda Nainggolan, yang bertemu Presiden Prabowo baru-baru ini. Meski tak merujuk langsung pada ijazah Jokowi, Presiden Prabowo menganggap kasus ijazah palsu itu terlalu banyak di republik ini.

Bahkan, Syahganda Nainggolan, mendengar pernyataan Presiden Prabowo terkait perijazahan ini, menurut keyakinan, saat ditanya Hendri Satrio di Podcastnya, Presiden Prabowo sudah tahu bahwa ada masalah dengan ijazah Jokowi tersebut, sambil beralih pada tema yang lain.

Tokoh-tokoh seperti Din Syamsuddin, Oegroseno, dan Mohamad Sobary, sudah berani membela Roy Suryo, Rismon, dan Tifa. Ini kriminalisasi atau istilah agamanya, penzaliman, kata Pak Din Syamsuddin.

Meski mereka dianggap lawan politiknya Jokowi, tapi untuk kasus yang kebenarannya mulai diyakini publik, pemilih yang selalu diklaim 58% itu akan beralih juga. Sebab itu bukan angka yang tetap, tapi bersifat dinamis.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya